Published On: Rab, Apr 10th, 2013

11 PLTA dengan Nilai Investasi USD 11, 539 Miliar

MALINAU – Pada Oktober mendatang, Perusda Intimung dan PT Allindo Kalimantan akan memulakan kegiatan terkait MoU pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) yang telah ditandatangani kedua pihak, Kamis (10/4).

Tahap pertama akan dilakukan kedua pihak pada Oktober nanti adalah menyelesaikan pendirian PT Kalimantan Electricity sebagai perusahaan bentukan kedua pihak yang akan bekerja dalam pembangunan PLTA tersebut.

Sebagaimana tercantum dalam MoU dipaparkan Sekretaris Kabupaten, Adri Patton dalam forum itu, terdapat 11 stasiun PLTA akan dikembangkan di Malinau dengan mode cascade.

Pengembangan PLTA akan dilakukan di cekungan Sungai Mentarang, Sungai Mahakam (Sungai Boh) dan Sungai Kayan (Bahau Hulu).

Dalam rencana pengembangan PLTA terpadu pada MoU juga tercantum di Sungai Boh (Mahakam) akan dikembangkan 3 waduk PLTA dengan kapasitas ketiga pembangkit itu 338,10 MegaWatt (MW).

Kemudian, di Kayan dan Bahau juga akan dikembangkan 5 PLTA dengan kapasitas pembangkit 2.088, 22 MW dan di Mentarang juga akan dikembangkan 3 PLTA dengan kapasitas 870, 80 MW.

Total kapasitas terpasang dari PLTA akan dibangun sekitar 3.297 MW.

“Yang dapat diubah dan disesuaikan kapan pun sesuai survei dan studi kelayakan secara mendetail oleh pihak pertama, yakni PT Allindo Kalimantan,” jelas Adri Patton.

Adapun biaya pembangunan per unit kapasitas mencapai USD 3.500.

“Sedangkan total investasi sekitar USD 11, 539 miliar.

Proyek pembangunan PLTA itu akan menerapkan model perencanaan terpadu dengan pelaksanaan secara bertahap. Karena 11 PLTA tersebut akan dibangun dalam tiga periode dengan waktu pelaksanaan 20 tahun.

Periode pertama akan dibangun 2 stasiun PLTA di Mentarang 2 dan Kayan K-3. “Proyek ini akan mulai dibangun pada Oktober tahun ini dan serentak dioperasikan sebelum Mei 2019,” ungkap Adri Patton lagi.

Selanjutnya, periode kedua akan dibangun lagi 5 PLTA, terdiri Mentarang-3, Kayan-4, Kayan-5, Mahakam-3, dan Mahakam-4. Pembangunan ke-5 PLTA ini akan dimulai Juni 2017 dan ditargetkan selesai pada Juni 2025. Sedangkan periode terakhir akan dibangun 4 PLTA di Mentarang-1, Kayan-6, Kayan-7 dan Mahakam-5. Pembangunan ke-4 PLTA ini ditargetkan tuntas pada tahun 2030.

Dalam MoU juga disebutkan, PT Allindo Kalimantan sebagai pihak pertama akan berinvestasi dalam bentuk modal, peralatan dan teknik untuk pengembangan proyek.

PT Allindo Kalimantan juga bertanggung jawab dalam dalam desain, konstruksi dan manajemen operasi proyek serta bertanggung jawab yang diatur dan ditetapkan dalam MoU.

Sementara itu, pihak kedua yakni Pemkab Malinau berkewajiban membantu dan memfasilitasi pihak pertama terkait dengan persetujuan, perizinan, sertifikat dan lisensi, membantu memfasilitasi pekerjaan terkait akusisi lahan, migrasi dan pemukiman kembali, membantu komunikasi dan negosiasi dengan pemerintah provinsi atau departemen lain serta kewajiban lain yang tertuang dalam MoU. (wh/adv)

Bagikan Berita Ini

  • Facebook
  • Twitter
  • Blogger

About the Author

korkal99 - Berita koran harian di kalimantan timur, Kutai Kartanegara, Bontang, Samarinda, Balikpapan, Penajam Paser Utara, Berau, Bulungan, politik, pemilu, pilkada, kriminal, olahraga, ekonomi

Email
Print
WP Socializer Aakash Web