130 Pekerja Seks di Kubar Terkatung-katung


korankaltim
korankaltim
2016-10-10 05:05:52
Pasca Penutupan, Camat Pertanyakan Biaya Pemulangannya



SENDAWAR – Sejak penutupan lokalisasi se-Kaltim yang dilakukan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak bersama Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa, nasih para pekerja seks komersial (PSK) makin tak menentu. Sampai saat ini mereka masih terus menunggu kepastian pemula-ngan karena sudah tak bisa lagi beraktivitas.

Camat Barong Tongkok, Kabupaten Kubar, Aliansyah mengaku sangat men-dukung instruksi gubernur terkait penutupan lokalisasi se-Kaltim, termasuk di Kubar. Namun dia sangat menyayangkan sikap tersebut tidak konsisten karena tidak dibarengi tata cara dan tanggungan pembiayaan pemulangannya.

“Upaya penutupan kita dukung. Tapi buat dulu aturan dan tim agar melang-kah tepat,” beber Aliansyah di ruang kerjanya baru-baru ini, Kantor Camat Barong Tongkok, Sendawar.

Dia menjelaskan, di wilayah Keca-matan Barong Tongkok sebelumnya memang ada lokalisasi di Dusun Jaras, kelurahan Barong Tongkok. Lokalisasi ini sudah tak beroperasi sejak ditutup, 26 Mei 2016. Saat ini yang beroparasi hanya tempat hiburan malam (THM) berupa tempat karaoke. Sejak penutupan itu, para PSK menunggu pemulangan oleh Pemkab Kubar, tapi tidak ada kejelasan hingga kini.

“Produk hukum terkait pemulangan PSK belum dibuat Peraturan Bupati (Perbup)-nya. Kubar memiliki Perda No 8/2009 tentang minuman keras, dan Perda No 9/2009 tentang penertiban dan penanggulangan pekerja seks. Nah kalau memang dilakukan penutupan lokalisasi dan THM, dua perda itu harus ditinjau ulang, perlu didukung dengan Perbup,” paparnya.

Ditambahkan Aliansyah sebagai camat dia sangat heran saat dilakukan penggerebekan yang mengaku tim terpadu di THM Jaras beberapa waktu lalu. Turut dalam penggerebekan itu polisi, TNI juga ada masuk Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

“Ini mustahil, pemkab bilang itu perintah bupati, tapi tidak ada Perbup. Inilah kelemahan kita. Sampai saat ini masih ada beberapaTHM yang buka. Para PSK di THM Jaras dan Ngenyan (Barong Tongkok) sebanyak 130 orang, mereka menunggu biaya pemulangan yang belum jelas,” terangnya.

Camat Aliansyah berharap agar Pemprov Kaltim dan Pemkab Kubar segera merealisasikan janji pemulangan para PSK itu ke daerah asal dengan biaya ditanggung pemerintah.

“Kita dukung kuat instruksi pak Gubernur dan Pak Bupati. Kita sangat miris kalau para PS ini terlunta tanpa kejelasan menunggu pemulangan,” imbuhnya. (imr)

loading...

baca LAINNYA

korankaltim
korankaltim
2 weeks ago | dibaca 1.166 kali
img
korankaltim
korankaltim
1 month ago | dibaca 1.445 kali
img