Breaking News
Home >> Headline >> 14 Ormas Dukung RSI Samarinda
BELASAN ormas Islam mendukung RSI Samarinda untuk mendapatkan izin operasional dan tetap beroperasi. Nampak ormas Perisai Kaltim memasang  spanduk menolak peralihan RSI ke RSUD AWS, Sabtu (19/11) malam.
BELASAN ormas Islam mendukung RSI Samarinda untuk mendapatkan izin operasional dan tetap beroperasi. Nampak ormas Perisai Kaltim memasang spanduk menolak peralihan RSI ke RSUD AWS, Sabtu (19/11) malam.

14 Ormas Dukung RSI Samarinda

Bertajuk Aksi Bela Islam, Tolak Kebijakan Peralihan ke RSUD AWS

SAMARINDA – Sekitar 14 organisasi masyarakat (ormas) Islam mendukung Rumah Sakit Islam Samarinda (RSIS) untuk mendapat perpanjangan izin operasional yang berakhir sejak 15 November lalu. Bahkan, dukungan ormas Islam dan tokoh masyarakat Samarinda dan Kaltim itu ditunjukkan dengan memasang kain rentang berisi penolakan terhadap rencana peralihan status RSI menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dan menjadi bagian RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda.
Ormas Islam yang mendukung, dibuktikan dengan tanda tangan serta stempel organisasi, terdiri Pertahanan Ideologi Sarekat Islam (Perisai) Kaltim, Majelis Taklim Paslam Abdurrahman bin Auf, DKC Garda Bangsa, Forum Mahasiswa Reformasi, Gerakan Pemuda Kakbah Kaltim, PC Syarikat Islam Samarinda. Selanjutnya, Gabungan Pemuda Membangun Indonesia, Pemuda Bulan Bintang, PPPKRI-Bela Negara, Jaringan Perlindungan Masyarakat Miskin, DPW BKPRMI Kaltim, Gerakan Masyarakat Samarinda, GMPI Kota Samarinda dan Barisan Muda Merah Putih.
Dalam dukungan tersebut, Ormas Islam membuat pernyataan sikap berlisi menolak peralihan manajemen RSIS ke RSUD AWS, karena lahan digunakan RSIS merupakan aset Negara yang dititipkan kepada umat Islam sejak tahun 1986 silam. Menuntut dan mendesak Wali Kota Samarinda segera menerbitkan izin operasional RSIS.
“Kami pasang spanduk mendukung RSIS, dan berharap gubernur bijaksana dalam mengambil keputusan. Pelayanan RSI sangat diperlukan masyarakat Samarinda. Karena itu, kami wajib membela,” tegas Ketua Perisai Kaltim, Anas Yusfiuddin kepada Koran Kaltim, Sabtu (19/11) malam.
Anas menyebut, pihaknya akan berupaya member dukungan agar RSIS bisa beroperasi lagi. Pihaknya bersama sejumlah ormas Islam lain berencana gelar aksi dan lanjutkan aksi kumpul koin serta tanda tangan warga Samarinda yang mendukung agar lebih banyak lagi.
“Kami ingin menggugah hati gubernur untuk pertimbangkan keputusan penghentian hak pakai gedung bekas RSU yang digunakan RSIS, dengan himpun tanda tangan warga Samarinda dan koin. Gubernur bisa melihat bagaimana nasib ratusan karyawan dan warga di sekitar RSIS saat ini, penghasilan mereka drastis anjlok, bahkan gulung tikar dengan tak beroperasinya RSIS,” ungkapnya.
Hal senada diungkapkan Ketua Badan Koordinasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kaltim, Sabran mengaku pihaknya tak akan berdiam diri dengan kebijakan gubernur tersebut. Sabran menerangkan, RSIS merupakan satu-satunya rumah sakit yang menggunakan nama Islam dan memiliki sejarah pelibatan ormas Islam saat pendirian RSIS.
“Kami dengan tegas menolak peralihan RSI ke RSUD AWS. Ini aset umat Islam di Samarinda yang memiliki sejarah panjang. Usia RSIS genap 30 tahun berdiri, tentu banyak rintangan sudah dilalui. Jangan hanya karena gubernur, masa depan RSIS tinggal sejarah,” ungkapnya. (man)