1,5 Jam Puskesmas Segiri jadi Arang

0
20
PADAMKAN API: Petugas PMK dan warga sekitar berjibaku padamkan kobaran api menghanguskan Puskesmas Segiri, Selasa (18/10) pukul 05.00 WITA.

Kerugian Ditaksir Rp1 Miliar, Alkes Seharga Rp500 Juta Ludes

SAMARINDA – Musibah kebakaran kembali melanda Kota Samarinda, kali ini si jago merah menghanguskan UPTD Puskesmas Segiri di Jalan Ramania II, RT 47 Kelurahan Gunung Kelua, Kecamatan Samarinda Ulu. Peristiwa itu terjadi Selasa (18/10) pukul 05.00 WITA. Arbain (65) saksi mata sekaligus penjaga Puskesmas menyebut, api pertama kali muncul dari plafon di ruang dokter Puskesmas yang dibangun sejak tahun 1991 tersebut.
Sebelum petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi, warga sekitar sempat lakukan penyiraman air ke titik munculnya api. Karena plafon terbuat dari kayu, sehingga api cepat menyambar dan menyebar ke ruangan lain. “Awalnya, api dari plafon ruang dokter,” kata Arbain (65)
Sementara itu, saksi mata lain, Syafii anak Arbain membenarkan keterangan ayahnya. Saat kejadian, dia melihat ayahnya sibuk mendatangi pemadam kebakaran di Jalan Rajawali, setelah itu kembali ke Puskesmas untuk padamkan api dengan alat seadanya.
“Awalnya, warga membantu padamkan api dengan alat seadanya, tapi tidak mampu. Kami hubungi pemadam, tapi tak dijawab. Akhirnya saya datangi PMK Rajawali,” ucap Syafii.
Sesampainya di lokasi kebakaran, puluhan pemadam kebakaran tiba di lokasi berjibaku padamkan api yang membesar. “Api baru dipadamkan setelah 1,5 jam berkobar,” ungkapnya.
Sementara itu, penjaga loket UPTD Puskesmas Segiri, Sugeng menambahkan, kabar jago merah menghanguskan Puskesmas itu diketahui selepas azan subuh. Saat itu, dia langsung mendatangi lokasi dengan hubungi rekannya.
“Saya di hubungi Pak Arbain usai salat subuh, setelah itu langsung menuju Puskesmas. Soal kerugian, ada mesin medis seharga Rp500 juta ikut terbakar, kulkas yang baru dibeli dan alat elektronik lainnya. Data-data Puskesmas ikut hangus karena tak sempat diselamatkan,” ungkapnya.
Untuk sementara, pihaknya tetap member pelayanan kesehatan dengan gunakan fasilitas ruang klinik Pratama RSUD AW Sjahrani yang lokasinya tak jauh dari lokasi Puskesmas yang terbakar. Selain itu, kantor TU Puskesmas gunakan mess perawat di sekitar lokasi kebakaran.
“Direktur RSUD AWS datang ke Puskesmas persilakan kami gunakan klinik Pratama AWS jadi lokasi perawatan untuk warga yang ingin berobat. Kami dibantu BPBD Samarinda membangun tenda darurat untuk melayani warga yang berobat,” tambahnya.
Sugeng memastikan, besok (hari ini, Red) pelayanan kembali normal dan menyesuaikan situasi di lokasi. Seraya menunggu perbaikan Puskesmas. Adapun tulisan tertera di dinding dijadikan tiga Puskesmas untuk rujukan pasien ke RSUD AWS, yakni Puskesmas Juanda, Sempaja dan Pustu Pelayaran,” ucapnya
Pengolah Data Bencana Seksi Tanggap Darurat dan Evakuasi BPBD Samarinda, Nanang Arifin membeber data kerugian atas musibah kebakaran terdiri satu bangunan Puskesmas rusak berat seluas 800 meter persegi dan kerugian financial ditaksir Rp1 miliar. (man)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here