Breaking News
Home >> Internasional >> 1,5 Juta Warga Terpaksa Mengungsi

1,5 Juta Warga Terpaksa Mengungsi

Badai Matius Terjang Selatan Amerika Serikat

MIAMI – Akibat badai Matius yang akan menerjang kawasan Karibia, sebanyak 1,5 juta warga terpaksa mengungsi. Badai ini juga menyebabkan 1.594 penerbangan sejak Rabu (5/10) hingga Jumat mendatang dibatalkan.
Situs FlightAware.com mengabarkan, sebanyak 124 penerbangan dibatalkan di AS, Kepulauan Bahama dan Haiti pada Rabu akibat badai tersebut.
Bandara yang paling terdampak adalah Miami yang membatalkan 51 penerbangan dan Nassau, Bahama dengan 43 pesawat batal terbang.
Jurubicara Gubernur Florida, Amerika Serikat Jackie Schutz, menyebutkan, ada sekitar 1,5 juta warga yang diminta untuk meninggalkan rumah mereka, menjelang badai Matius yang mendekat.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, diperkirakan badai dashyat yang sudah menghantam wilyah Amerika selatan, kini bergerak ke utara dan akan memasuki AS pada akhir pekan ini.
Kantor berita Associated Press, Kamis (6/10) menyebutkan, sebagian besar warga bertempat tinggal di kawasan pesisir Florida.
Kini, sebagian besar wilayah di sepanjang pantai yang menghadap samudra Atlantik di Florida, telah mengeluarkan perintah evakuasi wajib.
Schutz berbicara untuk Gubernur Rick Scott, dan menekankan jumlah 1,5 juta jiwa warga yang harus diselamatkan dari badai tersebut.
Sementara di Carolina Selatan, seperempat juta orang diminta meninggalkan pantai.
Gubernur Nikki Haley mengatakan, saat ini ia berencana untuk melakukan evakuasi untuk dua wilayah pada Kamis. Dengan demikian ada 500.000 orang yang dievakuasi dari kawasan itu.
Sebelumnya diberitakan, Gubernur Georgia Nathan Deal mendorong warga untuk mau melakukan langkah evakuasi dengan sukarela.
Seruan itu berlaku bagi enam wilayah pesisir di AS yang diperkirakan akan terdampak badai dahsyat tersebut.
Enam wilayah itu adalah Bryan, Chatham, Liberty, McIntosh, Glynn dan Camden.
Di wilayah itu bermukim tak kurang dari 522.000 jiwa.
Dalam pernyataan tertulisnya, Nathan Deal pun mengaku telah memperlebar seruan gawat darurat hingga ke 17 wilayah di AS dari total 30 wilayah. (kcm)