Published On: Sab, Mei 4th, 2013

15 Orang Terlantar Dipulangkan Dinsosnaker

TARAKAN – Sebagai daerah perbatasan antara Indonesia dan Malaysia, Kota Tarakan kerap dijadikan jalur Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Baik untuk pengiriman maupun tujuan perantauan dari luar daerah. Tidak jarang, banyak yang terkatung-katung di Bumi Paguntaka akibat tertipu. Dijanjikan pekerjaan di suatu tempat, namun setelah tiba di Tarakan, mereka ditelantarkan.
Hingga Mei 2013, Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Tarakan telah memulangkan 15 orang terlantar. “Mereka yang telah kita pulangkan memiliki beragam alasan. Mulai dari penipuan dengan janji mau dipekerjakan dan tindak pidana perdagangan manusia atau trafficking. Hingga calon TKI yang rencananya akan dikirim ke Malaysia.
“Begitu mereka diserahkan oleh Satpol PP maupun pihak kelurahan dan kecamatan, mereka langsung kita data untuk proses pemulangan ke daerah asal,” terang Kepala Bidang Sosial Dinsosnaker, Agus Rahmansyah, Jumat (3/5) kemarin.
Sebelum dipulangkan, papar Agus, orang dalam kategori terlantar tersebut akan didata dan difoto untuk mengantisipasi permintaan dana pemulangan yang kedua kalinya. Karena jika sudah kedua kalinya, maka permintaan akan ditolak. “Sebelum dipulangkan mereka kami data dan foto. Sehingga saat mereka kembali lagi untuk meminta dana pemulangan, tidak akan kami beri untuk kedua kalinya. Karena bantuan ini sifatnya hanya sekali,” jelasnya.
Dikatakan Agus, setiap orang terlantar yang dipulangkan, mendapatkan dana senilai Rp1,25 juta. Itupun berupa tiket kota tujuan serta sedikit tunai sebagai uang saku. Sedangkan transportasi yang akan dipakai, tergantung dari harga tiket. Bila pesawat berkisar antara Rp400 ribu hingga Rp500 ribu, maka akan dibelikan tiket pesawat. Bila harganya di atas harga tersebut, akan menggunakan transpotasi laut.
“Besaran dana pemulangan tahun lalu dan 2013 ini sama, yaitu Rp1.250.000. Karena logikanya, itu sudah cukup untuk membeli tiket plus uang saku. Tiket kita lihat situasi, bila saat tiket pesawat murah akan kita belikan pesawat. Tapi jika mahal kita belikan tiket kapal,” urai Agus.
Tahun 2012 lalu, Dinsosnaker telah memulangkan 35 orang terlantar dengan tujuan sebagian besar ke Pulau Sulawesi dan Jawa. “Para korban didominasi pria. Sedangkan perempuan lebih condong ke kasus trafficking maupun TKI yang belum sempat sampai tujuan,” pungkasnya. (yan313)

Bagikan Berita Ini

  • Facebook
  • Twitter
  • Blogger

About the Author

korkal99 - Berita koran harian di kalimantan timur, Kutai Kartanegara, Bontang, Samarinda, Balikpapan, Penajam Paser Utara, Berau, Bulungan, politik, pemilu, pilkada, kriminal, olahraga, ekonomi

Email
Print
WP Socializer Aakash Web