Breaking News
Home >> Bontang - Kutim >> 15 Perusahaan Sawit Masih Bandel
MASIH BANDEL: Sejumlah perusahaan perkebunan masih belum memenuhi kewajibannya untuk merealisasikan kebun plasma. Karena itu, Pemkab Kutim kini masih melakukan inventarisasi terhadap perusahaan tersebut untuk ditindaklanjuti,
MASIH BANDEL: Sejumlah perusahaan perkebunan masih belum memenuhi kewajibannya untuk merealisasikan kebun plasma. Karena itu, Pemkab Kutim kini masih melakukan inventarisasi terhadap perusahaan tersebut untuk ditindaklanjuti,

15 Perusahaan Sawit Masih Bandel

Tidak Penuhi Plasma Warga, Bisa Disanksi

SANGATTA – Bupati Kutai Timur (Kutim) Ismunandar, meminta kepada Dinas Perkebunan Kutim untuk menelusuri 15 perusahaan perkebunan sawit yang hingga kini belum merealisasikan kewajiban plasmanya kepada masyarakat. Hal ini disampaikan Bupati Ismunandar saat memimpin kegiatan Cofee Morning, Senin (10/10) kemarin, di Pemkab Kutim.
“Dari puluhan perusahaan perkebunan sawit yang kini beroperasi di Kutai Timur, diketahui masih ada 15 perusahaan nakal yang hingga kini masih belum merealisasikan kewajiban mengalokasikan 20 persen dari total luasan areal lahan perkebunan yang dimilikinya untuk kegiatan plasma masyarakat,” kata Bupati Ismunandar.
Dengan adanya hal itu, Bupati Ismunandar, meminta kepada Dinas Perkebunan (Disbun) Kutim untuk melakukan inventarisasi, untuk mengetahui kapan perizinan lahan ke 15 perusahaan tersebut diberikan serta awal tahun tamuan mereka.
“Jika tetap membandel, tentunya tidak hanya sekadar memberikan teguran tetapi pemerintah Kutim juga akan dijatuhi sanksi administrasi,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan Kutim Ahmadi Baharuddin membenarkan bahwa saat ini ada 15 perusahaan perkebunan sawit yang hingga kini belum memenuhi kewajibannya untuk mengalokasikan 20 persen dari luasan lahan perkebunan miliknya, sebagai kebun plasma masyarakat.
“Ke 68 perusahaan perkebunan sawit yang saat ini beroperasi di wilayah Kutim, baru 53 perusahaan yang sudah memenuhi kewajiban plasma mereka. Sementara masih ada 15 perusahaan lagi yang hingga kini masih belum memenuhi kewajiban tersebut, ”tuturnya.
Lanjutnya, dari data yang dimiliki Dinas Perkebunan Kutim, total luasan perkebunan plasma yang ditargetkan pemerintah Kutim seluas 100.000 hektar, kini luasan perkebunan sawit plasma yang ada di Kutim seluas 80.000 hektar.
“Dari angka tersebut, Kutim berada di posisi teratas se-Kaltim dalam luasan kebun sawit plasma,”katanya.
Meski begitu, kata dia, dirinya masih akan melakukan pengecekan ulang karena data luasan lahan perkebunan sawit yang dimilikinya berbeda dari data yang dimiliki Dinas Tata Ruang (DTR) Kutim yang mengeluarkan izin pengelolaan lahan, khususnya perkebunan. (sab)