Dipublish: 21 Maret 2013, 21:32

182 Kasus Mala Praktek Bedah di Indonesia

BALIKPAPAN- Selama enam tahun terakhir sebanyak 182 kasus dugaan kelalain tindak medik atau mal praktek telah masuk dalam catatan Perhimpunana Dokter Spesialis Bedah Umum Indonesia (PBSUI).
Secara rinci disebutkan oleh Ketua Spesialis Bedah Umum Indonesia, Paul L Tahalele bahwa terdapat 60 dokter bedah, 49 dokter bedah, 33 dokter kandungan, 16 dokter spesialis anak.
“Dari kasus tersebut, ada 29 dokter yang dicabut izinnya selama 3 bulan, dan sanksi moral yang luar biasa, serta 6 dokter yang harus sekolah lagi dibidang kedokteran pada bidang tertentusaat mengingat profesi doktermemiliki keahlian tersendiri,” ujarnya saat pembukaan Pertemuan Spesialis Bedah Umum Indonesia yang tema aktualisasi peran bedah umum dalam pelayanan kesehatan di Indonesia, Kamis (21/3).
Berdasarkan hal tersebut, Paul meminta seluruh dokter yang sudah disumpah dan memiliki izin praktek untuk menjaga etika profesi kedokteran dan profesi guna menekan munculnya mal praktek.
“Tidak hanya menjaga etika profesi kedokteran, komunikasi antara pasien juga harus dilakukan dengan baik, tdak hanya menjaga etika profesi kedokteran,” tegasnya.
Paul menambahkan komunikasi antara pasien dengan dokter harus dijalin dengan baik, dimana dokter tidak melakukan ingkar janji dan kompetensi dokter, lanjut ia juga berharap dokter bisa menyelesaikan atau menekan persoalan yang muncul tersebut agar kasus mal praktek dapat ditekan. (pie)

Bagikan Berita Ini

  • Facebook
  • Twitter
  • Blogger