Breaking News
Home >> Hukum & Kriminal >> 2016, Dit Polairud Berhasil Ungkap 47 Kasus
HUT POLAIRUD : Kapolda Kaltim Irjen Pol Safaruddin saat menghadiri acara HUT Polairud ke 66 di Mako Polairud.
HUT POLAIRUD : Kapolda Kaltim Irjen Pol Safaruddin saat menghadiri acara HUT Polairud ke 66 di Mako Polairud.

2016, Dit Polairud Berhasil Ungkap 47 Kasus

BALIKPAPAN-Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Dit Polairud) Polda Kaltim dituntut mampu melakukan pengungkapan illegal fishing dan penyelundupan di wilayah Kaltim dan Kaltara. Tingkat kerawanan tindak kejahatan di laut sangat tinggi, mengingat wilayah Kaltim berbatasan dengan negara tetangga.
Pernyataan tersebut disampaikan Kapolda Kaltim Irjen Pol Safaruddin saat menghadiri acara syukuran HUT Polairud ke-66 di Mako Polairud, Kamis (1/12) pagi.
“Di hari ulang tahun ini diharapkan introspeksi diri, harus mengevaluasi kelemahan untuk ditingkatkan. Lakukan pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan profesionalisme dalam rangka meningkatkan pelayanan prima ke masyarakat,” terangnya.
Tantangan ke depan lanjut jenderal bintang dua ini, setiap personel harus menguasai tekhnologi dan ilmu pengetahuan sesuai dengan promoter Kapolri. Selain acara syukuran dengan memotong tumpeng juga di meriahkan dengan parade gendang yang dimainkan oleh anggota Polairud. “Sesuai dengan tema kita semangat revolusi mental siap mendukung program pemerintah, kita siap melakukan pelayanan prima terhadap masyarakat,” katat Direktur Polairud Polda Kaltim Kombes Pol Omad.
Dalam evaluasi selama tahun 2016 ini, sudah ada 47 kasus yang ditangani Dit Polairud Polda Kaltim. Kasus yang ditangani Dit Polairud sendiri merupakan tindak pidana kejahatan dan pelanggaran, namun yang paling menonjol merupakan illegal fishing.  “Penyelundupan narkoba, curat di laut seperti perompakan, illegal logging juga ada, yang paling menonjol illegal fishing,” beber Omad.
Dalam catatannya, lanjut Omad ada sebanyak sembilan kasus illegal fishing yang ditangani Dit Polairud Polda Kaltim. Dari jumlah tersebut, sebagian pelakunya merupakan kapal dari negara tetangga seperti Filipina.  ”Sebagian ada juga pelaku merupakan penduduk lokal. Kami berharap di tahun 2017 mendatang kasus-kasus seperti ini bisa lebih minim lagi terjadi,” tandasnya.(yud)