Kandungan Gizi Durian
Jumlah Per 100 g
Kalori (kcal) 147
Jumlah Lemak 5 g
Kolesterol 0 mg
Natrium 2 mg
Kalium 436 mg
Jumlah Karbohidrat 27 g
Serat pangan 3,8 g
Protein 1,5 g
Vitamin A 44 IU Vitamin C 19,7 mg
Kalsium 6 mg Zat besi 0,4 mg
Vitamin B6 0,3 mg Vitamin B12 0 µg
Magnesium 30 mg
2017, CSR Bisa Jadi Solusi Pembangunan

2017, CSR Bisa Jadi Solusi Pembangunan


korankaltim
korankaltim
2016-10-05 05:00:31
TANJUNG SELOR - Corporate Social Responsibility (CSR) adalah tang-gungjawab perusahaan terhadap masyarakat dan lingkungan sekitarnya tempat perusahaan itu berdiri. Hal ini sudah diatur dalam Undang Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas dan dikuatkan dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 11 Tahun 2015 tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan.

Ketua DPRD Bulungan Syarwani menegaskan, CSR yang merupakan kewajiban bagi setiap perusahaan yang berdiri dan beroperasi di Bulungan harus tetap dijalankan. Terlebih dengan kondisi keuangan daerah yang semakin menurun, CSR bisa menjadi salah satu solusi untuk pembangunan daerah yang tak melulu berasal dari ABPD.

Dia menjelaskan, pemkab yang selama ini meng-akomodir langsung terkait realisasi CSR harus kembali mem-buka dokumen forum Musrenbang sebagai salah satu dasar dan pola pembangunan 2017 akan datang. “Tidak semua pro-gram pemba-ngunan harus dibiayai APBD. Perlu partisipasi secara langsung, termasuk pihak perusahaan. Dalam rangka menyukseskan program pem-bangunan 2017 mendatang,” jelasnya Selasa (4/10).

Dari beberapa perusahaan yang ada di Bulungan, sejauh ini baru ada beberapa perusahaan yang terpublikasikan melakukan program CSR. Menurut Ketua DPRD, harus ada pemetaan dari peme-rintah program yang bias menjadi tanggung jawab perusahaan.

“Perlu ada pemetaan untuk membangun ber-sama termasuk bagian dari kontribusi peru-sahaan. Terpilah dan terpetakan secara baik yang bisa menjadi tang-gung jawab perusahaan yang mana dengan melihat kondisi 2017 kita tak bisa banyak berharap dengan kondisi keuangan daerah,” tuturnya.

Adapun terkait masih ada beberapa perusahaan yang tak menjalankan CSR secara maksimal, dia menegaskan, pemerintah harus tegas dalam bersikap. Ia mengungkapkan, beberapa perusahaan sejauh ini memang muncul di permukaan dengan kontribusinya terhadap daerah, namun yang lain tak pernah terlihat sehingga perlu ada evaluasi dari pemerintah.

“Jika bicara sanksi saya kira pemerintah yang punya kewenangan. Kalau memang CSR tak dilaksanakan oleh perusahaan, silahkan ditegur oleh pemkab,” tegas Politisi Golkar ini.

Sementara itu, ia juga me-nyarankan supaya kedepan, ada langkah yang tepat untuk me-maksimalkan realisasi CSR. Salah satunya dengan mengkaji hambatan perusahaan dalam menerapkan kewajibannya kepada masyarakat itu.

“Kita selama ini tak tahu, kenapa perusahaan tidak maksimal. Kalau bisa ini dicari solusinya dan poin penting lainnya terkait kegiatan perusahaan perlu dipublikasikan sebagai wujud transparansi kepada masyarakat,” pungkasnya. (zz)

loading...

baca LAINNYA