Home >> Balikpapan >> 2017, Target Retribusi Dipatok Naik Dua Kali Lipat
RAPAT DENGAR PENDAPAT: Komisi III DPRD Balikpapan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dinas Perhubungan terkait pembahasan RAPBD 2017.
RAPAT DENGAR PENDAPAT: Komisi III DPRD Balikpapan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dinas Perhubungan terkait pembahasan RAPBD 2017.

2017, Target Retribusi Dipatok Naik Dua Kali Lipat

2016 Ini Rp7 Miliar, Tahun Depan Rp15 Miliar

BALIKPAPAN- Komisi III DPRD Kota Balikpapan menaikan target pendapatan dari retribusi yang dikelola Dinas Perhubungan (Dishub) pada tahun anggaran 2017. Target kenaikan ini tidak tanggung-tanggung yakni mencapai 100 persen.
Pada 2016 ini, pendapatan daerah dari retribusi yang dikelola Dishub hanya Rp 7 miliar saja. Rencananya, tahun depan, target pendapatan retribusi parkir Dishub menjadi Rp15 miliar atau ada kenaikan Rp 8 miliar.
Ketua Komisi III DPRD kota Andi Arif Agung mengatakan untuk pajak parkir saat ini sudah mencapai Rp13 miliar yang masuk dalam Dispenda kota. “Lalu tadi kita bicarakan soal retribusi yang dikelola Dishub. Tahun 2016 ini kan targetnya Rp7 miliar. Nah kita minta target retribusi Dishub tahun 2017 Rp15 miliar,” ungkapnya usai RDP anggaran Dishub APBD 2017, kemarin.
Untuk pengelolaan perpakiran di Balikpapan, disebut Andi, ada 80 titik yang memiliki potensi pemasukan daerah. “Salah yang kita setujui perioritas pengadaan parkir meter, kita anggaran Rp1,3 miliar dalam rangka peningkatan PAD,” ujarnya.
Disamping itu pihaknya juga menyerahkan pemerintah kota dalam pengelolaan gedung parkir Klandasan. “Silakan pemerintah berkreasi untuk meningkatan PAD parkir. Kita mendukung upaya pemanfaatan segera gedung parkir itu,”tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan, Sudirman Djayaleksana menjelaskan pengelolaan retribusi yang ditargetkan ini berasal dari beberapa sektor, yakni pengujian kendaraan, parkir, dan biaya tambat klotok dan speedboat.
Menurutnya,dari target Rp7 miliar pada tahun 2016 ini total retribusi dari sektor-sektor tersebut sudah mencapi 80 persen. “Ini terhitung dari Januari sampai Oktober kemarin. Jadi sudah 80 persen.Kami optimis pendapatan retribusi di 2016 ini akan memenuhi target,” ujarnya.
Terkait peningkatan target retribusi di Dishub, Sudirman akan berupaya memaksimalkan beberapa sektor itu untuk mencapai target di tahun 2017 meski diakui berat. “Memang cukup berat karena parkir on street ini baru membangun sistem salah satunya parkir meter. Membenahi ini tidak mudah pertama parkir on street ini dikuasai jukir liar, makanya kami berupaya mengkaji itu,” ujarnya.
Dari kajian, jika dilakukan sungguh-sungguh, kata Sudirman, parkir on street ini bisa menghasilkan Rp11 miliar. “Tapi kan ada syarat dan ketentuan seperti peraturan dibenahi, termasuk besaran tarif retribusi dan penyiapan sarana prasana seperti mesin meter dan ketiga harus dilengkapi rambu dan marka parkir serta petugas. Kalau persyaratan ini dipenuhi insya Allah target ini tercapai,” paparnya.
Untuk target 2017 mendatang sebesar Rp15 miliar itu, pihaknya akan berupaya maksimal untuk menenuhinya. “Kita buat juga draft naskah akademik tentang perparkiran seperti Perda tapi besaran parkir itu bisa pakai Perwali,” tuturnya.
Sedangkan untuk sektor retribusi KIR dan klotok, diakui Sudirman sangat sulit naik karena jumlah kendaraan tidak meningkat, besaran retribusi tidak berubah. “Yang memungkinkan penambahan PAD kita ya itu tadi dari parkir,” tukasnya. (din)