Home >> Headline >> 27 Orang Tewas di Lubang Tambang

27 Orang Tewas di Lubang Tambang

Catatan Pelanggaran HAM di Kaltim

JAKARTA – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) temukan sejumlah pelanggaran HAM dari terbukanya lubang bekas galian tambang batubara di Kaltim. Dari hasil pemantauan Komnas HAM sejak tahun 2011, sebanyak 27 orang meninggal dunia akibat lubang tersebut yang dibiarkan terbuka.
“Hingga bulan Juni 2016, lubang bekas tambang batu bara telah menelan 25 korban jiwa. Saat buku ini dicetak, dua orang lagi meninggal dunia,” kata Komisioner Komnas HAM, Siti Nurlaila di kantor Komnas HAM, Jakarta, Senin (21/11).
Siti menjelaskan, dari total korban, 24 orang merupakan anak-anak dan dua orang dewasa meninggal dunia akibat tenggelam di lubang bekas tambang. Satu orang anak meninggal akibat terbakar sisa timbunan batu bara di tiga wilayah.
Sebaran korban terbanyak ada di Kota Samarinda, yaitu 15 orang. Kemudian 8 orang di Kutai Kartanegara dan seorang di Penajam Paser Utara, Kaltim. “Terjadi pelanggaran HAM atas hak hidup, hak atas kesehatan, hak lingkungan yang sehat, hak memperoleh keadilan, hak rasa aman yang diatur dalam UU 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia,” ucap Siti.
Menurut Siti, perusahaan tidak melengkapi lubang galian tambang dengan tanda atau batas pengaman. Keadaan tersebut, kata dia, terjadi pada lubang tambang yang aktif maupun yang sudah ditinggalkan. Siti menjelaskan, obral Izin Usaha Pertambangan (IUP) di Kaltim mengakibatkan lokasi pertambangan dekat dengan kawasan padat permukiman.
Total luas tambang di Kaltim mencapai 7,2 hektare dari 12,7 juta hektare dari daratan Kaltim. Jumlah itu belum diakumulasikan dengan izin usaha di luar pertambangan seperti perkebunan kelapa sawit. “Tambang dekat sekali, aturannya minimal 500 meter dari permukiman. Berbagai peraturan perundang-undangan dilanggar perusahaan dan negara tidak berdaya. Komnas HAM berharap pemerintah menegur perusahaan yang melakukan pembiaran lubang tambang,” harap Siti. (kc)