Home >> Balikpapan >> 40 Persen Masjid dan Musala Belum Bersertifikat

40 Persen Masjid dan Musala Belum Bersertifikat

Kemenang Lakukan Pendataan Rumah Ibadah Umat Muslim

BALIKPAPAN-Kantor Kementerian Agama Balikpapan selama dua pekan tengah melakukan pendataan rumah ibadah umat muslim.
Dari hasil pendataan yang dilakukan sejak 14 Oktober – 29 November 2016, terdapat 674 rumah ibadah yang terdiri dari masjid maupun musala di Balikpapan. Namun dari jumlah itu hanya 40 persen saja yang memiliki sertifikat tanah wakaf.
Kasi Penyelenggara Syariah Kemenag Balikpapan Zubaidah mengatakan pendataan rumah ibadah itu untuk mengetahui status tanah wakaf rumah ibadah. “Masih lebih banyak yang belum memiliki sertifikat tanah wakaf. Jadi tim kami mendata rumah ibadah itu dengan mendatangi Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan serta juga langsung mendangi masjid dan musala,” kata Zubaidah yang juga Ketua Panitia pendataan rumah ibadah, kemarin.
Dia menerangkan tujuan dari pada pendataan rumah ibadah itu adalah untuk mengetahui status tanah wakaf apakah sudah mengantongi sertifikat tanah wakaf rumah ibadah atau tidak.
Nantinya bagi rumah ibadah yang belum mengantongi sertifikat tanah wakaf itu pihaknya akan memfasilitasi pengurusan sertifikat tanah wakaf untuk rumah ibadah. “Makanya kami data dulu masjid atau musala mana yang belum bersertifkat tanah wakaf rumah ibadah,” ujarnya.
Kantor Kementerian Agama kota lanjutnya sudah melakukan kerjasama dengn Badan Pertanahan Nasional (BPN) Balikpapan untuk membantu dan mempercepat proses pembuatan sertifikat tanah wakaf untuk rumah ibadah. “Alhamdulillah responnya BPN sangat luar biasa untuk membantu kita pelaksanaan sertifikat tanah wakaf rumah ibadah. Insyaallalh minimal kami usahakan dua rumah ibadah yang kita kelurkan sertifikat setiap bulannya,”bebernya.
Dia menegaskan pengurusan sertifikat tanah wakaf untuk rumah ibadah diberikan secara gratis. “Bagi yang mampu, kami juga persilakan dan tidak melarang yang ingin mengurus sertifikat tanah wakaf sendiri,” ujarnya.
Pendataan berikutnya akan dilakukan kembali kantor Kementerian Agama Kota Balikpapan.
Rencananya lanjut Zubaidah akan melanjutkan pendataan rumah ibadah itu pada Desember ini, bagi rumah ibadah yang belum dilakukan pendataan tentunya dengan melibatkan DMI Kota Balikpapan. “Pendataan kami lakukan dengan tuntas. Kami juga akan melakukan sosialisasi dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Balikpapan supaya semua rumah ibadah yang akan mempunya sertfikat tanah wakaf,” tukasnya. (din)