Published On: Ming, Feb 16th, 2014

49 Tenaga Honor K2 Tidak Lulus CPNS

PENAJAM – Sebanyak 49 orang tenaga honorer Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dari 117 orang honorer yang mengikuti tes CPNS Kategori 2 (K2), dinyatakan tidak lulus. Demikian diungkapkan Kabid Pengembangan Kepegawaian, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) PPU, Khairuddin, kepada Koran Kaltim siang kemarin.
“Sebagaimana pengumuman  yang dikeluarkan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan – RB), dari 117 tenaga honorer K2 yang mengikuti tes CPNS dinyatakan lulus sebanyak 68 orang sehingga 49 orang lagi tidak lulus,” ungkapnya.
Ia membeberkan, dari 68 tenaga honorer yang dinyatakan lulus tersebut,  rata-rata berasal dari honorer tenaga pendidikan yang telah mengabdi sejak tahun 2005 silam hingga saat ini masih aktif mengabdi melaksanakan tugasnya.
Khairuddin menjelaskan, Kemenpan – RB RI telah menyatakan kelulusan 68 orang tenaga honorer  tersebut melalui pengumuman websitenya, namun sayang terdapat 49 orang yang tidak lulus dalam tes CPNS lalu.
“Walaupun telah diumumkan secara resmi hasil tes CPNS jalur K2 tersebut, namun kami belum tahu kapan akan mulai dilakukan pendaftaran ulang karena jadwal belum diterima, kini kami masih menunggu panggilan dari BKD Kaltim,” ucapnya.
Ia menambahkan, walaupun sebanyak 68 orang telah dinyatakan lulus oleh Kemenpan – RB, tetapi terdapat tujuh honorer  diantara  yang lulus harus dilakukan verifikasi ulang, karena SK pengangkatan honor mereka diragukan keabsahnya.
“Verifikasi ulang terhadap tujuh orang lulusan K2 tersebut dilakukan oleh BKD bersama Inspektorat PPU, guna membuktikan keabsahan SK Honor mereka sebagaimana laporan masyarakat yang kami terima. Verifikasi ulang kami lakukan sebelum mengirimkan data mereka ke BKN, jika terbukti tidak sah, maka kelulusannya kami batalkan,” tukasnya.
Diberitakan, Plt Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) PPU, Alimuddin kepada Koran Kaltim, mengatakan, jumlah tenaga honorer K2 PPU  yang terindikasi bermasalah berjumlah 14 orang, hal ini berdasarkan laporan masyarakat yang masuk ke BKD.
Dibeberkannya, awalnya BKD menerima laporan sebanyak 10 orang honorer bermasalah dan belakang muncul lagi empat nama lainnya sehingga total sebanyak  14  honorer. Ini merupakan laporan dari masyarakat dan forum Pemantau independen (FPI) seleksi CPNS yang disampaikan langsung atau melalui website milik Pemkab PPU dan Kominfo.
Diantara ke 14 orang tersebut dua diantaranya telah resmi mengundurkan diri dan satu orang dilaporkan langsung oleh kepala sekolahnya sendiri karena honorer di maksud tidak pernah bertugas di SDN 11 PPU.
Menurutnya, semua honorer bermasalah ini diduga telah melakukan pemalsuan SK Pengangkatan tenaga honorernya, sehingga pihaknya dalam waktu dekat akan melakukan croscek ke masing-masing satuan kerja tempat honorer tersebut mengaku bertugas.
“Kami segera menindaklanjuti laporan masyarakat tersebut dengan cara membentuk tim internal dan  mendatangani satuan kerja tempat honorer mengaku bertugas selama ini, jika dalam pengecekan laporan tersebut terbukti, maka nama yang bersangkutan dalam daftar K2 kita coret,” pungkasnya.(nav)

Bagikan Berita Ini

  • Facebook
  • Twitter
  • Blogger

About the Author

Email
Print
WP Socializer Aakash Web