Kandungan Gizi Durian
Jumlah Per 100 g
Kalori (kcal) 147
Jumlah Lemak 5 g
Kolesterol 0 mg
Natrium 2 mg
Kalium 436 mg
Jumlah Karbohidrat 27 g
Serat pangan 3,8 g
Protein 1,5 g
Vitamin A 44 IU Vitamin C 19,7 mg
Kalsium 6 mg Zat besi 0,4 mg
Vitamin B6 0,3 mg Vitamin B12 0 µg
Magnesium 30 mg
5 Penyebab Motor Jadi Boros

5 Penyebab Motor Jadi Boros


korankaltim
korankaltim
2016-11-21 06:00:50
Motor dengan konsumsi bahan bakar irit saat ini tengah diminati masyarakat di Tanah Air. Selain lebih ramah terhadap lingkungan, motor irit BBM juga lebih aman ‘menjaga’ kantong pemiliknya.

Banyak cara ditempuh para pemilik motor, agar kendaraan yang digunakannya tetap irit. Seperti dikatakan Ahmad, kepala mekanik Eka Jaya Motor yang terletak di Jakarta Barat. Terdapat sedikitnya, lima hal yang membuat motor menjadi lebih boros bensin, seperti kondisi ban, mesin, dan cara kita memperlakukan motor saat berkendara.

Pertama, adalah karburator. Kebersihan bahan bakar saat sudah terdistribusi ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) tak dapat terjamin kebersihannya, sehingga mungkin saja apabila bensin yang terisi ke tangki motor bercampur dengan kotoran. Kotoran inilah yang akan membuat kinerja karburator menjadi kurang maksimal dan berimbas pada pembakaran yang kurang baik.

Kedua, klep yang bocor. Penyetelan klep motor sangat dibutuhkan, karena klep adalah salah satu penyebab motor boros bensin. “kalau klep sampai bocor akan menyebabkan boros bensin pada kendaraan bermotor,” kata dia.

Ketiga, yakni tekanan ban. Selain ban kempis berpotensi merusak pelek, laher, dan bagian roda bergerak lainnya di motor, tekanan ban yang rendah juga dapat menyebabkan konsumsi bahan bakar lebih boros. Hal itu, karena mesin bekerja lebih berat, karena daya cengkram buruk.

“Keempat, tuas gas tidak lancar. Bila tuas, atau kabel gas tidak lancar (seret) saat ditarik, pergerakan skep di karburator juga akan terhambat, sehingga saat tuas gas ditarik dan dilepas, skep tidak bekerja sempurna, karena kecepatannya terhambat oleh kawat yang seret karena kotor,” kata dia.

Terakhir, atau kelima, yakni perilaku pengendara. Jika si pengendara melakukan aksi agresif di jalan dan kerap bermanuver dengan kecepatan tinggi, hal itu akan memengaruhi konsumsi bahan bakar. Maka itu, kata dia, perilaku saat berkendara juga perlu diperhatikan dengan benar. (vvc)

loading...

baca LAINNYA

korankaltim
korankaltim
3 months ago | dibaca 376 kali
img