Breaking News
Home >> Hukum & Kriminal >> 50 Persen Pelanggar Lalu lintas Anak di Bawah Umur
SIDANG: Para pelanggar lalulintas  yang terjaring OZM saat mengikuti proses sidang tilang yang dilaksanakan PN Tanah Grogot.
SIDANG: Para pelanggar lalulintas yang terjaring OZM saat mengikuti proses sidang tilang yang dilaksanakan PN Tanah Grogot.

50 Persen Pelanggar Lalu lintas Anak di Bawah Umur

PENAJAM – Selama Ope-rasi Zebra Mahakam (OZM) tahun 2016 dilaksanakan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Satlantas Polres PPU berhasil menjaring sebanyak 337 pengedara roda roda dua dan empat yang terbukti melakukan pelanggaran UU nomor 22 tahun 2009 tentang lalulintas dan angkutan jalan raya.
“Hingga kini jumlah pelanggar yang terjaring OZM di PPU sebanyak 337 pelanggar dan didominasi pengendara roda dua,”ujar Kapolres PPU, AKBP Teddy Ristiawan melalui Kasat Lantas Polres PPU, AKP Seto Handoko, kepada Koran Kaltim, kemarin.
Dari 337 pelanggaran yang terjaring razia tersebut, 50 persen di antaranya adalah pengedaraan yang masih di bawah umur yang belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM). “Se-hingga langsung kami tertibkan, anak di bawah umur memang dilarang dan jelas ini salah satu bentuk pelanggaran UU jadi harus ditindak,” tegasnya.
Seto mengimbau, kepada para orangtua untuk melarang anaknya berken-daraan apabila belum memiliki SIM hal ini demi menjaga ketertiban be-rlalulintas dan kesela-matannya anaknya sendiri. “Tidak bosan-bosannya kami ingatkan untuk selalu mengecek kelengkapan berkendara, dan bagi orang tua yang anaknya belum cukup umur untuk melarang anaknya berkendaraan,”kata Seto.
Ia menambahkan, para pelanggar yang terjaring OZM ini langsung diarahkan untuk mengikuti sidang di tempat yang dilaksanakan Pengadilan Negeri (PN) Tanah Grogot serta Kejak-saan Negeri (Kejari) Penajam. Sehingga pe-ngendara tdak lagi harus ke Grogot untuk melaksanakan sidang tilang kali ini, karena sidangnya langsung dilak-sanakan di lokasi kegia-tan.(nav)