Breaking News
Home >> Headline >> Ada Padepokan Dimas Kanjeng di Samarinda
DIHAPUS: Nama Yayasan Padepokan Dimas Kanjeng (YPDK) berlokasi di Jalan Ir Sutami, Gang Pusaka, Samarinda ini pernah dikunjungi Dimas Kanjeng Taat Pribadi pada tahun 2015 lalu. Nampak tulisan YPDK di gapuraa dihapus, foto Dimas Kanjeng sudah tak diturunkan, tapi aktivitas pengajian Majelis Taklim Daarul Ukhuwwah masih rutin digelar.
DIHAPUS: Nama Yayasan Padepokan Dimas Kanjeng (YPDK) berlokasi di Jalan Ir Sutami, Gang Pusaka, Samarinda ini pernah dikunjungi Dimas Kanjeng Taat Pribadi pada tahun 2015 lalu. Nampak tulisan YPDK di gapuraa dihapus, foto Dimas Kanjeng sudah tak diturunkan, tapi aktivitas pengajian Majelis Taklim Daarul Ukhuwwah masih rutin digelar.

Ada Padepokan Dimas Kanjeng di Samarinda

Polresta Segera Buka Posko Pengaduan Korban Penipuan

SAMARINDA – Kapolresta Samarinda, Kombes Pol M Setyobudi Dwiputro mengatakan, pihaknya akan membuka posko pelaporan bagi masyarakat yang merasa ditipu dan jadi korban dengan modus penggandaan uang dilakukan Dimas Kanjeng Taat Pribadi.
Setyobudi mengatakan, pihaknya bahkan telah menerima informasi bahwa di Samarinda ada padepokan asuhan Dimas Kanjeng Taat Pribadi. “Besok (hari ini) saya minta Kasat Intel membuka posko pengaduan,” ujar perwira polisi berpangkat melati satu itu.
Tak hanya itu, Kapolres juga mengimbau masyarakat tidak malu melapor, jika merasa jadi korban penipuan. “Silakan saja melapor, itu namanya ditipu. Misalnya kita berikan Rp100 ribu, dijanji akan dikembalikan Rp1 juta. Tapi tidak kembali. Itu namanya bohong,” ujarnya.
Selain itu, masyarakat diminta tidak mudah percaya dengan modus penggandaan uang. “Lebih baik bekerja sesuai keahlian saja,” paparnya.
Sementara itu, padepokan asuhan Dimas Kanjeng Taat Pribadi berlokasi di Jalan Ir Sutami, Gang Pusaka, Rt 22, Kecamatan Karang Asam Ulu, Kecamatan Sungai Kunjang bernama Yayasan Padepokan Dimas Kanjeng (YPDK) Majelis Taklim Daarul Ukhuwah hingga kini masih beraktivitas.
Informasi dihimpun media ini, selama ini tak ada kejanggalan dalam kegiatan di padepokan tersebut. “Rabu malam ada pengajian,” kata Ketua Rt 22, Neneng. Neneng juga menambahkan, Dimas Kanjeng Taat Pribadi pernah berkunjung ke padepokan tersebut pada bulan November 2015 lalu.
“Ada surat pemberitahaunnya kalau Dimas Kanjeng mau datang,” tambahnya. Kedatangan Dimas kanjeng saat itu sekaligus mengukuhkan Sumaryono yang disebut-sebut sebagai pemilik padepokan selaku Sultan Agung Ustaz Sumaryono.
Neneng mengatakan, selama ini Majelis Taklim Daarul Ukhuwah rutin gelar pengajian setiap hari Selasa dan Rabu malam. Pantauan media ini, di depan padepokan terdapat bekas tulisan Yayasan Padepokan Dimas Kanjeng yang sudah hilang dan diduga kuat habis dikeruk, namun hurufnya masih sangat jelas terlihat. “Kemarin (Senin) masih ada tulisan YPDK, baru saja dihilangkan,” ujar Neneng. Dia juga mengaku sebelumnya di depan pagar padepokan itu terdapat foto Dimas Kanjeng Taat Pribadi, namun sudah diturunkan. “Dulu, fotonya Dimas Kanjeng besar, sejak bermasalah, sudah hilang,” ungkapnya.
Sementara itu, Sumaryono yang disebut-sebut sebagai pemilik padepokan, sedang tidak berada ditempat, ketika sejumlah awak media mencoba konfirmasi. “Beliau lagi keluar daerah, disini tak ada laki-laki,” ujar seorang perempuan yang mengaku bertugas sebagai tukang masak untuk jemaah pengajian di padepokan itu. Sementara itu, seorang pria bernama Novi sempat memberi keterangan kepada sejumlah wartawan bahwam salah satu adiknya menjadi jemaah di Majelis Taklim Daarul Ukhuwah. Novi pun mengatakan, pernah dimintai tolong adik laki-lakinya untuk transfer uang Rp50 juta kepada Michael Budiyanto, salah satu pengikut Dimas Kanjeng Taat Pribadi yang ikut ditangkap polisi terkait dugaan kasus pembunuhan.
“Saya pernah disuruh adik saya transfer Rp50 juta pada bulan April lalu, dikirim ke rekening Michael Budiyanto, ternyata Michael lebih dulu ditangkap polisi,” ujarnya. Novi menambahkan, adiknya menyetor uang itu sebagai mahar, dan adiknya tak berkenan disebut korban. “Belum bisa dikatakan korban,” kata Novi lagi.
Hal yang sama juga dilakukan Polres Balikpapan, meski belum ada laporan dari masyarakat terkait aksi penipuan dengan modus penggandaan uang oleh Dimas Kanjeng Taat Pribadi, Polres Balikpapan saat ini melakukan penyelidikan.
Hal itu dirasa memungkinkan, karena korban banyak berasal dari luar daerah. Meski di daerah lain para korban mulai berani melapor, namun sejauh ini di Balikpapan belum ada laporan warga yang jadi korban penipuan Dimas Kanjeng. Hal tersebut diungkapkan Kapolres Balikpapan, AKBP Jeffri Dian Juniarta saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (4/10).
“Sampai sejauh ini tak ada, saya belum terima laporan orang hilang maupun orang yang dirugikan Dimas Kanjeng,” ujarnya.
Meski demikian, tak menutup kemungkinan setelah ramai diberitakan media, nantinya bakal ada korban yang melapor terkait kasus penipuan dilakukan Dimas Kanjeng. Selain itu, pihaknya belum mencium keberadaan padepokan di bawah pimpinan Dimas Kanjeng Taat Pribadi di Kota Beriman. “Sampai saat ini, tak ada terdeteksi padepokan di Balikpapan,” singkatnya.
Walau demikian, pihaknya akan lakukan penyelidikan untuk memastikan tak ada padepokan maupun ajaran Dimas Kanjeng di Balikpapan.
Jeffri menambahkan, jika ada masyarakat yang merasa menjadi korban penipuan dapat segera melaporkan ke pihak Kepolisian terdekat agar dapat segera diproses. (dor/ yud)