Breaking News
Home >> Kutai Kartanegara >> ADD Tetap Dipangkas
Marli
Marli

ADD Tetap Dipangkas

Marli: Kades Jangan Mengancam Mundur

TENGGARONG – Sekretaris Kabupaten Kutai Karta-negara Marli memastikan pemangka-san Alokasi Dana Desa (ADD) tetap dilakukan kendati adanya penolakan dari Perkumpulan Aparatur Desa Seluruh Indonesia (P-Apdesi) Kukar.
“Pemangkasan ADD di APBD-P sudah dikaji oleh TAPD, sesuai dengan kemam-puan keuangan daerah. Kami ya-kin ADD yang sudah dipangkas sangat memperha-tikan kebutuhan saudara-saudara kita yang ada di desa,” kata Marli.
Menurut Marli, pemangkasan ADD dari Rp247 miliar di APBD 2016 menjadi Rp177 miliar pada APBD-P dilakukan karena defisit anggaran yang dialami Pemkab Kukar.
“Pemangkasan bukan kehendak TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah) tapi anggarannya memang tidak mencukupi. Pemangkasan bukan hanya dilakukan pada item ADD saja, kegiatan di SKPD juga banyak dipangkas,” terang Marli.
Marli menyayangkan adanya ancaman pengunduran diri sejumlah kepala desa yang kecewa dengan pemangkasan anggaran itu. Aksi mogok juga diharapkan tidak terjadi.
“Janganlah ancam ngundurkan diri dan setop memberikan pelayanan, kasihan rakyat yang memilih saat Pilkades. Mereka butuh pelayanan pemerintahan desa,” ujar Marli kepada Koran Kaltim, Selasa (18/10).
Sekretaris P-Apdesi Kukar Johansyah menilai, pemangkasan ADD tidak hanya mengganjal pembangunan tapi juga menghambat gerakan Gerakan Etam Mengaji (Gema), karena juga akan berimbas pada bantuan sosial guru mengaji, petugas fardu kifayah, dan ketua RT.
“Bagaimana kami di tingkat desa mau canangkan program Gema ke masya-rakat, jika guru ngaji saja tidak menda-patkan tunjangan dari desa,” ujar Johan.
Ia berharap Pemkab membatalkan pemangkasan itu. (ran415)