Perketat Pengawasan Jalur Rawan Kecelakaan


korankaltim
korankaltim
Koran Kaltim     1 bulan yang lalu     294 kali
img Yakob Manika

SAMARINDA-Anggota DPRD Kaltim Yakob Manika meminta kepada Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltim untuk lebih memperketat pengawasan dan pemantauan jalan di seluruh ruas kabupaten/kota, khususnya pada jalur-jalur yang dinilai rawan kecelakaan dan berkoordinasi dengan kepolisian.

“Ini mengingat dari waktu ke waktu keluhan masyarakat seputar pengaturan lalu lintas jalan dan kasus kecelakaan di beberapa lokasi tertentu meningkat,” ungkap Yakob.

Ia menambahkan, belum lagi soal keluhan bebasnya truk-truk besar yang membawa kontainer atau kendaraan berat perusahaan tambang yang lalu lalang di jalan umum bukan pada waktu yang telah ditetapkan.

Tentu saja sangat menganggu kenyamanan pengguna jalan umum. “Ingat, pada beberapa kasus kecelakan yang melibatkan truk, umumnya terindikasi kelebihan muatan,” tambahnya.

Lewat pengawasan ketat berikut koordinasi yang terus menerus, tingkat kecelakaan menurutnya bisa ditekan. Dirinya mencontohkan beberapa kecelakaan terjadi di jalan poros Balikpapan-Samarinda Km 47 Samboja, Kutai Kartanegara. “Disinyalir, kecelakaan itu akibat kelebihan muatan. Padahal di Km 16 ada fasilitas jembatan timbang, mengapa dilewatkan?” kata politikus PDI Perjuangan ini.

Yakob meminta, harus ada proses penegakan disiplin di wilayah itu. Baik soal batas muatan, berat muatan dan kelengkapan berkendara lainnya. Setidaknya ada upaya ketat untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan.

Jangan sampai lanjut dia masyarakat disajikan pemandangan pelanggaran di depan mata, truk-truk hilir mudik mengabaikan adanya jembatan timbang apalagi dengan petugas aktif berjaga di lokasi tersebut.

“Dishub Kaltim perlu berkordinasi dengan dishub kabupaten/kota untuk mengkaji isu-isu strategis seputar lalu lintas jalan. Seperti halnya mulai bermunculan secara masif psikologis warga yang akhirnya bertindak sendiri dengan memblokade jalan. Jadi harus ada strategi khusus menangani persoalan ini tanpa harus menunggu warga main hakim sendiri,” harap Yakob. (adv/hms6)


baca LAINNYA