Pemuda Jangan Malu Jadi Petani


korankaltim
korankaltim
Koran Kaltim     1 month ago     323 kali
img PANEN : Plt Bupati Edi Damansyah didampingi Kadis Pertanian dan Peternakan Kukar, Sumarlan saat panen tanaman Jelai di Loa Kulu.

TENGGARONG - Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kukar, Sumarlan mengajak masyarakat khususnya pemuda untuk kembali ke desa dengan memilih profesi sebagai petani, pemuda jangan malu menjadi petani.

“Menjadi petani sama saja membangun pangan, lumbung pangan ada di desa-desa, membangun pangan sama saja membangun desa, kita prihatin banyak pemuda dari desa datang ke kota hanya kerja serabutan, padahal banyak lahan pertanian yang belum tergarap di desanya, ”kata Sumarlan, saat bincang-bincang memperingati hari pangan se-dunia 16 Oktober 2017.

Marlan menambahkan, hari pangan se-dunia di Indonesia akan diperingati di Provinsi Kalimantan Barat 19-22 Oktober mendatang mengambil tema, Menggerakan generasi muda membangun pertanian menuju Indonesia menjadi lumbung pangan di dunia.

Marlan menambahkan, profesi petani merupakan profesi yang menjanjikan karena selalu menguntungkan, yang harus diperhatikan diperlukan inovasi membangun pangan, seperti yang biasa setahun dua kali tanam diubah menjadi tiga kali tanam, serta memilah komoditas pangan yang paling banyak dicari pangsa pasar.

“Petani tidak ada yang rugi, yang rugi kalau menanam dilahan yang kecil, kalau menanam dilahan yang luas minimal 1-2 Hektare maka pasti selalu untung, jika tidak untung, kenapa generasi petani tua mampu bertahan berpuluh-puluh tahun bertani,” tegasnya.

Masih menurut Marlan, petani muda sangat minim, pemuda malu menjadi petani, padahal lahan didesanya sangat luas yang belum tergarap, jika belum memiliki lahan bisa meminjam dengan petani yang lebih senior.

“Sebanyak apapun bantuan pertanian yang diberikan, akan percuma jika SDM pertaniannya juga minim,” jelasnya.

Marlan menambahkan, luas lahan pertanian Kukar mencapai 24.000 Ha dengan 55 persen dari total penduduk Kukar yang berprofesi dibidang pertanian dalam arti luas, ada yang beternak, menanam sayuran dan buah, menanam padi serta komoditas lainnya. Yang kita harapkan Kukar tidak krisis pangan, karena Kukar sudah terkenal sebagai penyumbang pangan terbesar di Kaltim.

“Jika sudah krisis pangan biasanya akan terjadi pergolakan, yang diperebutkan antar Negara di dunia hanya tiga, pangan, air bersih dan energi,” pungkasnya. (adv/ran)



loading...

baca LAINNYA