Pansus Masih Lengkapi Draft Raperda BUMD PT Gerbang Raja Migas


korankaltim
korankaltim
Koran Kaltim     3 weeks ago     348 kali
img KUNJUNGAN PANSUS: Pansus Raperda Pembentukan BUMD PT Mahakam Gerbang Raja Migas (MGRM) melakukan studi banding kajian kebijakan daerah di Bandung, Jabar.

TENGGARONG - Panitia Khusus (Pansus) Raperda pembentukan BUMD PT Mahakam Gerbang Raja Migas (MGRM) masih terus bekerja keras. Belum lama ini Pansus melakukan kajian kebijakan daerah ke Bandung, Jawa Barat. 

Anggota Pansus Ahmad Yani mengatakan dalam pelaksanaan Participating Interest (PI) antara Pemkab dan Pemprov harus berjalan secara baik. “Untuk hasil kunjungan di Bandung patut kita contoh bahwa untuk PI 10 persen  antara Pemprov dan Pemkab harus se iya sejalan pembagian sahamnya,” katanya kepada Koran Kaltim, kemarin. 

Yani sapaan akrabnya mengungkapkan ke depan Kukar harus mampu menunjuk tim independen yang mumpuni untuk menjadi konsultan independen. “Melalui tim penilai konsultan independen yang telah ditunjuk hasilnya 67 persen propinsi Kaltim dan 33 persen Kukar, untuk penyertaan modal di PT Mahakam Gerbang Raja Migas masih dalam hitungan nanti juga menyesuaikan kemampuan keuangan daerah, terkait dengan komisaris, direktur dan lain-lain harus di fit and propert test terlebih dahulu,” ungkapnya.

Pansus saat ini berusaha penuh agar seluruh draf Raperda yang dibutuhkan untuk kelengkapan membuat Perda pembentukan BUMD PT MGRM. Ke depannya diarahkan untuk menciptakan lapangan kerja baru dan dapat meningkatkan PAD. “Kenapa BUMD itu dibentuk selain untuk kerjasama di PI, kita juga arahkan BUMD tersebut bisa membuka lapangan kerja baru, Pansus masih perlu belajar lagi di daerah kabupaten lain yakni di daerah Sumatra tepatnya Kabupaten Siak, yang telah berhasil dalam pengelolaan PI,”  jelasnya.

Yani menegaskan dengan terbentuknya BUMD, maka dampak positif yang didapat selain mampu meyerap lapangan kerja baru juga sangat luar biasa dalam segi PAD. “Uangnya tidak bakalan habis di belanja sudah muntah-muntah banyaknya, hitungannya tergantung produksinya. Untuk tenaga kerja yang seprofesional mungkin, di BUMD yang dibentuk, kalau untuk tenaga kerja yang bisa menyerap banyak di sektor industri skill dan non skill nanti kita arahkan agar pemda dengan BUMD yang lainnya bisa diikutkan kerjasama idustrinya di BUMD Pemprov maupun Pertamina,” tegasnya. (Adv/hei)



loading...

baca LAINNYA