Pupuk Kaltim Mengantar Kube Mekar Sari Untuk Kemandirian Masyarakat


korankaltim
korankaltim
Koran Kaltim     2 weeks ago     273 kali
img MANDIRI: Salah satu kegiatan pengolahan kompos di Kube Mekarsari

Angin sore beraroma laut bertiup sepoi, langit mendung, di sekitarnya banyak tanah rawa dengan air menggenang kalau laut sedang pasang. Di ujung desa itu ada dua perahu kayu parkir di pinggir sungai. Di sudut batas RT.07 Kelurahan Guntung, ada beberapa tanaman pada sepetak lahan berukuran sekira 300 m2. Lahan tersebut lokasinya bersebelahan dengan Kantor Pusat Pupuk Kaltim, dipisahkan sebuah kebun dengan banyak tanaman. Ada pagar sederhana dan paranet pada pojoknya. Ada banyak tanaman, di antaranya bawang dayak, kumis kucing, jarak, patah tulang dan talas. Ada plakat bertuliskan Demplot Uji Coba Tanaman Organik Kelompok Mekarsari Mitra Binaan Pupuk Kaltim. Ada dua ibu rumah tangga, Ny. Rahmawati, ketua Kube (Kelompok Usaha Bersama) Mekarsari dan Ny. Erna Prasetyawati, Sekretaris didampingi ketua RT.07 M. Yunus yang menemani melihat tanaman.

Ya, di situlah lokasi lahan demplot Kube Mekarsari yang pernah meraih juara nasional Kube Berprestasi dari Kementerian Sosial pada Desember 2016. Di kebun itu, ibu-ibu biasanya mencoba hasil kegiatan mereka. Pupuk kompos dari daun kering yang diproduksi di rumah produksi kompos, sekira 200 meter dari situ. Seperti diceritakan Ny. Erna, Sekretariat itu sekarang banyak tamu. “Ada dari Penajam Paser Utara, kemarin dari Kutai Timur yang tahun ini mewakili Kaltim untuk lomba Kube Berprestasi,” kata Ny. Erna. Yang sering dari Pupuk Kaltim dan Dinsosnaker Bontang. Ada juga tamu dari Dinsos Kaltim. Tamu paling jauh dari tim verifikasi Kasubdit Identifikasi dan Penguatan Kapasitas Direktorat Penanganan Fakir Miskin Perdesaan, Ditjen Penanganan Fakir Miskin Kementrian Sosial, yang dipimpin oleh Dra. Sarwat Fardaniyah, pada 15 September 2016.

Di tempat itulah aktivitas 20 ibu-ibu rumah tangga anggota Kube Mekarsari banyak dilakukan, sekretariat, rumah produksi dan lahan demplot. Tempat mencoba tanaman bukan hanya di demplot, tetapi di beberapa lahan milik anggota. Mereka memanfaatkan setiap sudutnya untuk tanaman dengan pupuk kompos buatan mereka sendiri. Dari tanaman hias sampai tanaman obat keluarga. Ada yang model hidroponik, ada juga kolam ikan nila. Mereka benar-benar memanfaatkan lahannya. Seolah tak mau satu sudutpun kosong, semua menjadi produktif.

Ya, ini salah satu pengaruh dari keberadaan Kube Mekarsari terhadap anggotanya. Seperti diakui beberapa anggotanya dalam rekaman video yang telah dipublish di Youtube dan disiarkan di PKTv, Ny. Erna mengakui dia yang sebelumnya katrok sekarang dapat menambah ilmu. Bahkan bisa studi banding ke Jakarta, Palembang, Malang dan Yogyakarta. Rata-rata anggota mendapat tambahan penghasilan senilai Rp475.000 per bulan pada 2016, tergantung kehadiran dan hasil penjualan pupuk kompos. . 

Semua tak menyangka sampai sejauh ini kegiatannya. Sekitar tujuh tahun lalu, tepatnya 2010, RT.07 mendapat Black Award sebagai kampung terjorok dari Pemkot Bontang. Hal itu yang menggerakkan warga di situ dengan dorongan ketua RT yang baru M. Yunus berbuat. Mereka membersihkan sampah daun kering dan ingin menjadikan kompos. Mereka lalu belajar membuat kompos ke produksi kompos Pupuk Kaltim di PC.VI.

Pada 2013 terbentuk Kube Mekar Sari yang kegiatan utamanya membuat kompos. 

Di akhir 2013, Pupuk Kaltim dengan koordinasi Disosnaker Bontang melalui program CSR (Corporate Social Responsibility) menyusun kegiatan untuk masyarakat di RT.07 dengan nama program Pengelolaan Kompos Berbasis Masyarakat. Awal 2014, kelompok Mekar Sari mulai memperoleh dukungan pendampingan dan peralatan produksi kompos melalui program Pengelolaan Kompos Berbasis Masyarakat CSR Pupuk Kaltim. Setelah lolos verifikasi dari Dinsos Bontang dan Kaltim lalu mewakili Kaltim dalam ajang Kube Berprestasi di Jakarta dan menjadi Kube terbaik pertama tingkat nasional 2016. Penghargaan tersebut diserahkan Presiden Joko Widodo pada Puncak Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) di Palangkaraya, Kalteng, pada 20 Desember 2016. 

Ny. Rahmawati menuturkan, selain memproduksi kompos organik padat, pihaknya kini juga memproduksi kompos organik cair dari limbah rumah tangga dengan proses fermentasi selama dua pekan. Dalam sekali penggilingan sampah organik bisa dihasilkan 200 kemasan kantong kompos masing-masing seberat 5 kilogram. Untuk kompos murni dihargai Rp5.000 per kemasan, sementara untuk kompos campuran dihargai Rp8.000 per kemasan. Hingga saat ini, jumlah anggota Kube Mekar Sari sebanyak 20 orang. .

Pengelolaan Kompos Berbasis Masyarakat merupakan sinergi Pupuk Kaltim dengan Pemkot Bontang dalam mewujudkan misi Kota Bontang sebagai Green City dan Smart City. Pada 2018 nanti, diharapkan Kube Mekar Sari dapat menjadi kelompok mandiri yang memiliki koperasi anggota serta membuat replikasi program pengelolaan dan pemasaran kompos. (Sunaryo Broto) 




loading...

baca LAINNYA