Home >> Koran Kaltara >> Ajak Pemuda Kaltara Jaga Persatuan
DIALOG KEBANGSAAN: Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie bersama Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah saat diskusi kebangsaan di hadapan keluarga alumni KAMMI Kaltara, Jumat (25/11) di Tarakan.
DIALOG KEBANGSAAN: Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie bersama Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah saat diskusi kebangsaan di hadapan keluarga alumni KAMMI Kaltara, Jumat (25/11) di Tarakan.

Ajak Pemuda Kaltara Jaga Persatuan

TARAKAN – Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie mengatakan empat hal yang kini sedang dihadapi dunia; radikalisme, teroris, makar dan pluralisme. Hal tersebut disampaikannya saat mengisi dialog kebangsaan bersama Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah di hadapan keluarga besar alumni KAMMI Kaltara, Jumat (25/11).
Irianto menyampaikan empat hal tersebut dapat diatasi hanya dengan menjaga kebinekaan tunggal ika. “Di negara ini tidak ada bangsa yang benar-benar homogen; satu agama, satu RAS dan satu suku, untuk itu kita harus memahaminya agar dalam bertindak kita juga memerhatikan asas kemanusiaan,” ujar Irianto.
Kepada seluruh pemuda bangsa, khususnya di Kaltara, Irianto berharap, dapat memahami dasar dari makna pluralisme mengapa akhirnya muncul radikalisme. Perbedaan baginya adalah fitrah manusia yang harus dihadapi. Hal ini sudah tergambar sejak zaman nabi/rasul. Dengan kuasa Tuhan, dari keturunan Adam dan Hawa munculah bangsa-bangsa dengan bahasa yang berbeda dan suku yang juga bervariasi.
“Ini adalah rahmatan lil alamin. Jadi jika kita melihat adanya radikalisme, maka kelompok tersebut perlu dibangun kembali kesadarannya, karena ajaran dari seluruh agama manapun tidak mengajarkan radikalisme,” ujar Irianto.
Dari persoalan yang mulai menjangkit dunia inilah perlu dibangun persatuan. Bagi Irianto ini tugas bagi setiap pemimpin. Mulai dari ketua RT, camat, bupati hingga presiden untuk memperkuat bangsa. Selain itu, bangsa juga perlu dibangun sebuah daya saing yang sehat.
“Meski kondisi di Indonesia kurang nyaman, tetapi saya yakin Indonesia tetap aman. Di Kaltara perlu kita syukuri karena diberi limpahan kekayaan alam yang besar dan kondisi kehidupan yang aman,” sebutnya. Di belahan dunia saat ini masih banyak peperangan yang menghilangkan banyak nyawa. Irianto mengajak masyarakat untuk tetap bersyukur dan menjaga bersama kondisi seperti ini.
“Kita masih berada dalam kondisi yang aman. Namun perlu diingat bahwa kita berada di wilayah perbatasan negara,” kata Irianto. Berada di beranda negara cukup rawan karena posisi georafis dan geopolitik sehingga mudah terjadi inflirtasi. (adv)