Dipublish: 18 Juli 2013, 21:11

Akademi Komunitas Menerima Alumni Semua Jurusan

TANA PASER – Akademi Komunitas (AK) Paser akan menerima alumni semua jurusan SMA baik IPA dan IPS, SMK teknik dan SMK bisnis manajemen. Hal ini dilakukan untuk menyambut kebijakan pemerintah melakukan alih orientasi kearah bagaimana lembaga pendidikan yang ada dapat menyediakan tenaga-tenaga terampil yang siap pakai di pasar kerja.
Dimana salah satu strateginya adalah dengan diperkenalkannya satu model perguruan tinggi (PT) yang khusus menawarkan maksimal jenjang Diploma II yang dikenal dengan nama Akademi Komunitas.
Usia pendidikan model ini sudah berusia hampir seabad di Austalia dengan nama Community College. Nampaknya dalam beberapa tahun ke depan AK ini akan menjadi salah satu model pendidikan tinggi yang menjadi unggulan untuk menyediakan tenaga-tenaga terampil.
Di Indonesia, pendidikan AK berada di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Pendidikan Tinggi (Dikti). Oleh karena difasilitasi Dikti, maka tidak semua daerah bisa mendapakan kesempatam mendirikan AK. Paser menjadi salah satu dari 27 kubapaten yang tahun ini mendapatkan kesempatan mendirikan AK yang diberi nama AK Paser.
Sebagai langkah serius dalam menyambut kebijakan tersebut, Pemkab Paser langsung melakukan berbagai langkah sesuai prosedur, di antaranya melakukan pelatihan calon dosen yang dilaksanakan beberapa waktu lalu.
Kepala Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) Paser  M Fauzy bersama Kepala Bidang Pemerintahan dan Kesra Muhammad Ali, dan Kasubid Kesra Abdul Kadir serta Sukarmin, Kepala SMKN 3 selaku koordinator pengelola dan Politeknik Negeri Samarinda (Polnes) sebagai perguruan tinggi calon pembina, yang diwakili oleh Dr Arkaz Viddy dan Muhammad Taufik MT menghadiri koordinasi dan workshop calon AK 2013 yang berlangsung di Hotel New Saphir, Yogyakarta, selama tiga hari, 15-17 Juli.
Direktur Direktorat Kelembagaan dan Kerjasama Kemendikbud Prof Ahmad Jazidie memberikan jaminan, bahwa alumni Akademi Komunitas akan siap pakai, karena metode belajar selama menempuh pendidikan Dilpoma 1 adalah perpaduan antara kuliah dan magang di dunia industri. “AK memberikan keterampilan kepada alumninya, pembukaan jurusan disesuaikan dengan potensi daerah, bisa diikuti oleh siapa saja, tanpa melihat umur,” terang Jazidie. (san)

Bagikan Berita Ini

  • Facebook
  • Twitter
  • Blogger