Home >> Headline >> Aksi Jumat Bersih di Oikumene dan Al-Ishlah

Aksi Jumat Bersih di Oikumene dan Al-Ishlah

PERBEDAAN bukanlah jurang pemisah, tapi dapat melahirkan persatuan dalam kehidupan. Mungkin, pesan tersebut yang nampak dalam aksi Jumat bersih berlangsung di Gereja Oikumene dan Masjid Al-Ishlah yang dulunya bernama Masjid Al-Mujahidin di Jalan Cipto Mangunkusumo, Sengkotek, Loa Janan Ilir, Jumat (18/11).
Sekitar Pukul 07.30 WITA, puluhan warga terdiri tokoh lintas agama, warga muslim dan nonmuslim, ormas Islam serta aparat Polsekta dan Koramil Samarinda Seberang berkumpul di sekitar halaman parkir Gereja Oikumene terkait teror bom terjadi Ahad (13/11) lalu.
Kesan ‘seram’ terlihat di halaman Gereja Okumene seketika hilang usai dibersihkan. Empat buah sepeda motor yang rusak karena bom, pot bunga yang berhamburan sudah tak nampak lagi. Bahkan, pagar di depan gereja sudah dicat berwarna biru, sehingga rumah ibadah umat kristiani itu kian terlihat indah.
“Kegiatan hari ini (kemarin) sebagai bentuk pemulihan usai peristiwa bom. Polsekta Samarinda Seberang mengajak masyarakat, termasuk Koramil dan tokoh agama pererat silaturahmi,” kata Kapolsekta Samarinda Seberang, Kompol Bergas Hartoko, Jumat (18/11).
Sementara itu, aksi bersih-bersih juga dilakukan di masjid yang selama ini ditempati kelompok Juhanda, pelaku bom di Gereja Oikumene. Kini, rumah ibadah umat Islam yang dibangun ditepi Sungai Mahakam itu telah berganti nama dari Masjid Al-Mujahidin menjadi Masjid Al-Ishlah. “Masjid ini akah digunakan pertama kali digunakan untuk salat Jumat, setelah peristiwa bom. Namanya sudah diganti jadi Masjid Al-Ishlah yang artinya kedamaian,” tutur Bergas. Aksi bersih-bersih itu ditutup dengan gelar doa bersama.
Sementara itu, Pendeta Rahmawati menilai bakti sosial tersebut dapat mengurangi trauma akibat bom di Gereja Oikumene. (dor)