Home >> Balikpapan >> Aksi Nusantara Bersatu Bukan Tandingi Demo 212

Aksi Nusantara Bersatu Bukan Tandingi Demo 212

BALIKPAPAN- Walikota Rizal Effendi membantah jika kegiatan aksi Nusantara Bersatu yang digelar di Lapangan Merdeka sebagai aksi tandingan untuk kegiatan 2 Desember besok.
Menurutnya kegiatan ini merupakan kali pertama yang melibatkan belasan ribu orang dari berbagai unsur dan elemen guna meneguhkan kembali komitmen kebhinekaan dan NKRI dalam ideologi Pancasila.
“ Ini tidak ada hubungannya dan kita menyatakan warga Balikpapan cinta damai. Momentum lainnya nanti kita juga lakukan seperti ini agar rasa nasionalisme itu menguat,” tandasnya di sela-sela kegiatan kemarin.
Kegiatan Nusantara Bersatu sekaligus menjadi pembuktian soliditas warga Balikpapan. Warga bersatu untuk mempertahankan empat konsensus kebangsaan dan menghilangkan perbedaan yang bisa membuat perpecahan.
Ini juga membuktikan Kota Balikpapan benar-benar merupakan Indonesia mini. “Ini kekuatan yang luar biasa dan Balikpapan berkontribusi kepada Indonesia bahwa warga cinta kedamaian dan negara ini,” ujarnya.
Kegiatan yang dimulai pukul 07.30 Wita dan berakhir 10.30 Wita ini tidak hanya dihadiri anggota TNI/Polri, ormas, paguyuban, tokoh pemuda, tokoh agama dan tokoh masyarakat termasuk pimpinan instansi vertikal tapi juga dihadiri ribuan pelajar SMA/ SMK dan guru sederajat se- Balikpapan
Rizal mengatakan sejak empat hari sebelumnya mengeluarkan instruksi agar guru dan murid ikut hadir pada kegiatan Nusantara Bersatu. Namun sayangnya sejumlah siswa yang ditemui mengaku kurang paham maksud kegiatan ini. Mereka tahunya dikumpulkan untuk mengikuti upacara kebangsaan. “Kita satu sekolah ke sini, katanya sih mau upacara. Tapi kayaknya nggak ada hanya kumpul – kumpul aja. Kita juga nggak paham acara ini,” ujar siswi SMKN 3, Amanda.
Rekan pelajar lainnya, Daniel (16) siswa SMAN 3 ini memahami sedikit kegiatan yang digelar kemarin. Dia menilai kegiatan ini untuk menjalin persatuan dan kebersamaan sebagai warga bangsa. “Kalau kita lihat tadi kan banyak penampilan tari tradisional dan juga nama acaranya, kayaknya mau menyatukan perbedaan suku di Balikpapan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Persatuan Gereja Indonesia (PGI) Balikpapan, Pendeta Elmun Rumahorbo mengatakan kegiatan ini menjadi pemersatu bangsa dan akan selalu menjaga perdamaian di kota maupun bangsa. “Mari kita pelihara perdamaian yang sudah ada dengan menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” tambahnya.
Acara kemarin diisi dengan penampilan grup marching band, disusul lagu-lagu daerah dan tarian Hudog. Puncak acara diisi kegiatan orasi yang disampaikan perwakilan pemuda, ormas, tokoh agama dan walikota serta pelepasan burung Merpati.
Acara dirangkai dengan pembacaan puisi dari seniman Balikpapan dan ditutup dengan doa dari pemuka agama. (din)