Home >> Politik >> Alphad: Mengganti Ketua DPRD Tidak Gampang

Alphad: Mengganti Ketua DPRD Tidak Gampang

Rencana Rekomposisi Pimpinan dan AKD Fraksi Golkar

SAMARINDA – Kader Golkar Samarinda sekaligus Ketua DPRD Samarinda, Alphad Syarif akhirnya angkat bicara seiring wacana yang dihembuskan sejumlah petinggi partainya terkait rotasi pimpinan dan alat kelengkapan dewan (AKD). Dia berpendapat, pergantian ketua DPRD ada aturan yang wajib dipatuhi. Berbeda jika rotasi jabatan untuk AKD yang murni menjadi kewenangan partai untuk mengubah.
Alphad menegaskan, jika rotasi anggota fraksi di AKD bukan masalah yang patut dipersoalkan. Kader Golkar di DPRD Samarinda sejatinya patuh, jika partai telah merumuskannya.
Menurut Alphad, berbeda halnya soal rencana pergantian personel pucuk pimpinan DPRD yang menyeruak ke publik. Menurutnya, pergantian pimpinan DPRD tidak serta merta bisa dilaksanakan hanya mengacu keputusan DPD Golkar Samarinda. Sejatinya, partai lebih dulu pertimbangkan secara objektif dan mengacu mekanisme partai yang berlaku.
“Kalau Pak Gaffar (Ketua Golkar Samarinda) mengatakan ada rotasi AKD, itu hak partai. Kita ikuti saja dan tidak ada masalah. Itu wajar. Tapi, kalau mau ganti Ketua DPRD, ya harus jelas apa alasannya, apa kesalahannya, apakah saya membangkang kepada partai?,” tanya Alphad Syarif kepada awak media, Selasa (22/11).
Sekalipun partai, secara kelembagaan sepakat pergantian Ketua DPRD, namun belum dapat dipastikan bakal berjalan mulus. Menurut Alphad, secara konstitusi gubernur berperan menyetujui usulan pergantian atau tidak, sebagaimana halnya ketika pengangkatan. Tanda tangan gubernur sangat berpengaruh terhadap proses pergantian kursi ketua DPRD.
“DPP partai hanya terbitkan rekomendasi pergantian ke gubernur, tinggal gubernur mau tanda tangan atau tidak, mau mengganti atau tidak, itu urusannya gubernur. Itu konstitusional, jadi tidak gampang mengganti Ketua DPRD,” kata Alphad.
Pekan lalu, Ketua Golkar Samarinda, Jafar Abdul Gaffar mengirim sinyal bakal realisasikan pergantian personel dalam jabatan Ketua DPRD Samarinda. Namun, sejauh ini masih menunggu arahan DPP Golkar dan DPD Golkar Kaltim.
Gaffar dengan jabatan Ketua Golkar Samarinda menduduki jabatan sebagai Ketua Fraksi. Dia pernah menyatakan sejatinya ketua partai juga ketua DPRD.
“Saya lihat pernyataan Alphad menyebut ikut perintah partai. Kalau dia bijak, memang wajar (ada pergantian Ketua DPRD) kan sudah waktunya. Dua tahun setengah, kalau bisa ketua DPD-nya juga duduk sebagai Ketua DPRD. Itu tercantum dalam Peraturan Organisasi,” ungkap Gaffar. (sof215)