Breaking News
Home >> Worldsport >> Ancaman Sanksi Iringi Kemenangan Leicester City

Ancaman Sanksi Iringi Kemenangan Leicester City

LEICESTER – Apa yang terjadi dengan Leicester City musim ini di Liga Inggris dan Liga Champions sangat kontras. Kalau di kompetisi domestik The Foxes alias Si Rubah terpuruk di posisi ke-13 dengan hanya dua kali menang dari 8 laga, di kancah Eropa anak asuh Claudio Ranieri menjaga 100 persen kemenangan dengan raihan sembilan poin dari tiga pertandingan.
Adalah kemenangan 1-0 atas FC Kopenhagen di Grup G Liga Champions matchday ketiga Rabu (19/10) dinihari kemarin yang membuat Leicester memutus rentetan hasil tanpa kemenangan dari dua laga sebelumnya. Poin mereka delapan di Liga Inggris bahkan lebih sedikit dari raihannya dari tiga pertandingannya di Liga Champions.
Satu-satunya gol di King Power Stadium lahir menit ke-40 lewat sontekan Riyadh Mahrez, mengakhiri oper-operan yang melibatkan Jamie Vardy dan Islam Slimani. Leicester kokoh di posisi teratas dibayangi Kopenhagen dan FC Porto yang sama-sama mengemas empat angka. Club Brugge sementara jadi juru kunci.
Sayangnya kemenangan Leicester dibayangi ancaman sanksi dari UEFA. Itu setelah suporter yang terindikasi pendukung tim lawan, menyalakan suar atau flare dan memenuhi tribun penonton sebelum laga dimulai. Seperti dilansir BBC Sport, sanksi itu diancamkan kepada Leicester karena sebagai tuan rumah membiarkan flare masuk dan dinyalakan di dalam stadion.
Dalam peraturannya, UEFA menegaskan klub tuan rumah bertanggung jawab atas keamanan di dalam dan sekitar stadion sebelum, ketika, dan setelah pertandingan berlangsung. Hal itu, seperti dikutip dari BBC Sport, tercantum dalam artikel 16 aturan kompetisi di bawah bendera UEFA. (lbc/mar)