Breaking News
Home >> Berau - Kubar >> Anggaran Defisit, Kubar Bertekad Selesaikan Jembatan ATJ

Anggaran Defisit, Kubar Bertekad Selesaikan Jembatan ATJ

SENDAWAR – Bupati Kubar, FX Yapan menegaskan tidak ada rencana membatalkan pembangunan jembatan Aji Tulur Jejangkat (ATJ). Jembatan yang membentang di Sungai Mahakam ini dianggap sebagai sarana vital yang harus rampung untuk membantu transportasi antar daerah di Kubar.
Jembatan ATJ lokasinya di Kelurahan Melak Ilir, Kecamatan Melak, Kabupaten Kubar. Menurut Yapan, defisit anggaran sama sekali tak mengubah arah kebijakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat luas. Ia menegaskan jika proyek itu tak bisa selesai dalam sistem multi years, maka diteruskan dengan sistem singgle years. Yapan bertekad menyelesaikan hingga jembatan itu bisa menjadi alat penghubung transportasi masyarakat beberapa kecamatan di Kubar.
“Terus berlanjut dan akan di-rescedule (dijadwal ulang). Kalau tidak selesai multi years akan kita ubah ke single years. Tidak boleh dihentikan, karena itu vital dibutuhkan masyarakat,” jelas Bupati FX Yapan kepada wartawan, Rabu (5/10) di Sendawar.
Yapan mengungkap soal pen-jadwalan ulang sudah dilakukan pertemuan antara Pemkab Kubar dan PT Waskita Karya, selaku kontraktor pelaksana Jembatan ATJ. Hasilnya, kedua pihak sepakat jembatan ATJ akan diselesaikan sesuai kesepakatan terbaru tersebut.
“Kita (pemkab) jamin. Jika tidak mampu membayar pada 2016 ini, karena Kubar terkena pemotongan anggaran dari pusat, maka pembayarannya secara mencicil. Kita akan lanjutkan hingga dapat dilalui masyarakat untuk peng-hubung akses transportasi,” ujarnya.
Sementara itu, Manager Lapangan PT Waskita Karya, Eko Suryono menga-kui telah mendengar kesanggupan dari Pemkab Kubar terkait pembayaran proyek itu. Bahkan menurut Eko, secara lisan PT Waskita Karya sudah menyam-paikan kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Kimpraswil serta Pemkab Kubar, jika PT Waskita Karya sanggup membiayai sendiri.
“Sampai saat ini masih dalam tahap kordinasi dengan pihak-pihak terkait, dan legalitasnya agar jangan sampai menyalahi prosedur,” tulis Eko Suyono dalam pesan singkatnya yang diterima Koran Kaltim sore kemarin di Sendawar. (imr)