Home >> Balikpapan >> Anggaran Sekretariat DPRD Capai Rp40 Miliar

Anggaran Sekretariat DPRD Capai Rp40 Miliar

BALIKPAPAN – Pada APBD 2017, Sekretariat DPRD Balikpapan tetap mendapatkan alokasi sebesar Rp40 miliar. Jumlah ini sama dengan alokasi anggaran tahun 2016 yang masih tersisa satu bulan.
Sekretaris DPRD Balikpapan, Jumali Ali mengatakan jumlah anggaran untuk sekretariat DPRD tidak mengalami perubahan, namun pihaknya tetap melakukan beberapa efisiensi kegiatan untuk menutupi kegiatan-kegiatan baru yang akan dilaksanakan DPRD pada tahun depan seperti mengikuti kegiatan Adeksi 2017.
Kegiatan yang dikurangi pada APBD murni 2017 mendatang di antaranya kegiatan reses dan kunjungan kerja.
Pada anggaran 2017, untuk dana reses DPRD hanya sebesar Rp30 juta per orang sedangkan tahun 2016 dialokasikan Rp40 juta per anggota. Sedangkan reses pada 2017 dijadwalkan dua kali. “Dana reses diturunkan Rp40 juta ke Rp30 juta, tapi digeser ke kegiatan lain yang sifatnya lebih penting dan lebih mendesak, contoh asosiasi DPRD seluruh Indonesia (Adeksi). Itu undangan setiap bulan sisanya yang Rp10 juta itu, tidak ada perubahan, tidak ada yang dirugikan semua sama dipatok seperti tahun lalu tapi dimainkan di kegiatan, yang bisa hemat digeser ke yang lainnya, “ terangnya, Kamis (1/12).
“Dijadwalkannya tetap tiga kali reses dan tiga kali kunjungan kerja, tapi yang sementara dianggarkan baru untuk dua kali kunjungan kerja dan dua kali reses, nanti di perubahan kalau ada rezeki, kalau nggak ada stop. Jadi nanti yang di perubahan yang terakhir,” sambungnya.
Pengeluaran rutin untuk Sekretariat DPRD kota pada tahun anggaran baru seperti biasa juga dialokasikan untuk gaji bagi 45 anggota DPRD, kegiatan komisi DPRD, termasuk iklan kegiatan DPRD selama setahun di media massa. Begitupula untuk kegiatan makan minum menunjang pelaksanaan rapat atau paripurna serta kegiatan lainnya.
Khusus untuk anggaran makan minum, Jum Ali menyatakan sejak tahun 2016 akan menerapkan penghematan pada uang konsumsi untuk rapat dan tamu. Sedangkan untuk anggaran kegiatan lainnya yang dianggap mendesak akan disusun kembali pada saat penyusunan APBD perubahan. “ Dulu kita kalau habis paripurna makan prasmanan dengan lauk pauk yang banyak. Ikannya gede-gede sekarang tetap ada anggaran makan tapi makannya sederhana nggak mewah-mewah seperti rawon atau soto,” tandasnya.
Dia menambahkan alokasi anggaran tambahan pada APBD perubahan 2017, untuk Sekretariat Kota Balikpapan masih melihat kondisi keuangan. Namun Jum Ali menyebutkan kemungkinan akan dilakukan penambahan untuk satu kali reses dan kunjungan kerja. “Paling-paling itu. Kita ini lagi nggak ada uangnya jadi harus mawas diri. Kan semalam APBD disahkan kita defisit Rp16 miliar,” tukasnya. (din)