Published On: Ming, Jun 16th, 2013

Anung Dieksekusi di LP Tenggarong

Ditangkap di Solo Tanpa Perlawanan, Diendus dari Posisi Istri

JAKARTA - Kejaksaan mengeksekusi buron kasus korupsi dana divestasi PT Kaltim Prima Coal senilai US$ 63 ribu atau setara Rp 576 juta, Anung Nugroho. Eksekusi dilaksanakan di LP Tenggarong, Kukar.
Anung merupakan bekas Dirut PT Kutai Timur Energi. Dia ditangkap di Hotel Ibis, Solo, Jateng, setelah menjadi buronan pihak kejaksaan, Sabtu. Penangkapan dilakukan juga oleh Kejaksaan Negeri Sangata, Kaltim.
“Pelaksanaan eksekusi dilaksanakan di LP Tenggarong, Kutai Kartanegara Kaltim. Eksekusi tidak dilakukan di Kutai Timur atau Sangata mengingat belum mempunyai Lembaga Pemasyarakatan (LP),” kata Kapuspenkum Kejagung, Untung Ari Muladi, kemarin.
Putusan MA Nomor : 1649 K/Pid.Sus/2012 tanggal 20 November 2012. Amar putusan MA : Pidana penjara selama 15 tahun dan denda Rp. 1 M subsidair 8 bulan kurungan, serta membayar uang pengganti Rp. 800 juta subsidair 3 tahun.
Diberitakan sebelumnya, petugas ga-bungan dari Kejaksaan Negeri Sangatta, Kalimantan Timur dan Kejaksaan Negeri Surakarta berhasil mengamankan tersangka kasus korupsi dana divestasi saham PT KPC, Anung Nugroho.
Setelah ditangkap, Anung segera diterbangkan ke Kaltim melalui ke Bandara Adisumarmo, Boyolali, Jawa Tengah, Sabtu sore (15/6),dengan menggunakan maskapai Citylink dengan nomor penerbangan QG 762.
Anung yang mengenakan baju warna hitam dan celana jins warna biru itu tampak membawa tas berwarna putih dengan pengawalan ketat dari petugas Kejaksaan Negeri.
Seperti diketahui, Anung adalah buron kasus pemanfaatan dana penjualan saham hasil divestasi saham PT KPC. Anung divonis bersalah oleh Mahkamah Agung karena sebagai Direktur Utama PT.Kutai Timur Energi, Anung menyelewengkan dana sekitar Rp 576 miliar.
Seorang petugas dari Kejaksaan Negeri Surakarta, Dony Yuliantoro, yang turut mengawal tersangka, mengatakan bahwa tim Kejaksaan Negeri Surakarta iktu membantu tim dari Kejaksaan Agung dan Kejaksaan Negeri Sangatta untuk menangkap tersangka.
Anung ditangkap di salah satu hotel di Solo tanpa perlawanan. “Saat itu kita sudah mengetahui keberadaan istrinya, dan saat itu kita tunggu posisi tersangka. Lalu, setelah yakin baru kita lakukan pe-nangkapan” kata Dony kepada wartawan.
Pengejaran Anung dalam kasus korupsi pemanfaatan dana hasil penjualan saham PT KPC ini berdasar putusan MA November 2012. Ia dihukum 15 tahun penjara serta denda Rp 1 miliar subsider 8 bulan kurungan, serta membayar uang pengganti Rp 800 juta subsider 3 tahun kurungan tambahan.
Selain Anung, MA juga menghukum Apidian Triwahyudi, mantan Direktur KTE selama 12 tahun penjara. Hingga saat ini, Kejagung masih mencari keberadaan Apidian. KTE merupakan perusahaan yang ditugasi Pemerintah Kutim untuk mengelola hasil penjualan saham KPC senilai Rp 576 miliar.
Dalam kasus ini, Gubernur Kaltim Awang Farouk Ishak juga sempat ditetapkan sebagai tersangka. Ketika perkara korupsi ini disidik, Awang masih menjabat sebagai Bupati Kutai Timur. Namun beberapa pekan lalu, Kejagung mengeluarkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) terhadap Awang. (kc/sm)

Bagikan Berita Ini

  • Facebook
  • Twitter
  • Blogger

About the Author

korkal99 - Berita koran harian di kalimantan timur, Kutai Kartanegara, Bontang, Samarinda, Balikpapan, Penajam Paser Utara, Berau, Bulungan, politik, pemilu, pilkada, kriminal, olahraga, ekonomi

Email
Print
WP Socializer Aakash Web