Home >> Berau - Kubar >> Aparatur Kecamatan dan Kampung Mesti jadi Pemersatu

Aparatur Kecamatan dan Kampung Mesti jadi Pemersatu

TANJUNG REDEB – Maraknya isu-isu SARA (Suku Adat Ras dan Agama) saat ini harus diantisipasi dengan bijak. Pembahasan mengenai isu ini pun kini ramai dibicarakan, mulai dari sosial media sampai ke lapisan masyarakat. Khusus di masyarakat, camat dan kepala kampung (Kakam) diminta untuk proaktif berperan sebagai perekat masyarakat, untuk menghindari terjadinya perpecahan.
Disampaikan Bupati Berau Muharram, kondisi yang terjadi saat ini sangat rawan terjadinya gesekan, yang bisa berkembang sampai akhirnya terjadi perpecahan diantara masyarakat. Tentu harus ada tindakan yang dilakukan sebelum hal itu terjadi. Ia pun meminta kepada pemerintahan di kecamatan dan kampung, untuk bersatu dalam mengantisipasi adanya konflik sosial akibat rentetan dari isu yang berkembang saat ini. “Camat dan kepala kampung harus menempatkan diri jadi perekat bagi masyarakat,” tegasnya.
Tugas ini, diakui Muharram, tentu tidak akan mudah. Ibarat sebuah bom waktu yang sewaktu-waktu bisa meledak. Hal ini juga yang saat ini terjadi, jika saja ada oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab melakukan provokasi, maka perpecahan tidak akan bisa terhindari. Apalagi saat ini isu mengenai perbedaan agama yang sering dimanfaatkan oknum tertentu untuk mengadu domba. “Perbedaan itu kan biasa, tidak perlu harus disinggung-singgung, apalagi sampai saling menghina. Kita harus bijak juga menyikapinya, jangan sampai mudah terpancing,” imbuhnya.
Sebagai pejabat yang lebih mengenal kondisi di daerahnya, camat dan kakam diminta untuk terus waspada. Jangan sampai celah yang kecil dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab hingga akhirnya menjadi lubang besar. “Mereka ini menjadi ujung tombak untuk mengawal kondisi saat ini,” pungkasnya. (sam)