Published On: Kam, Jan 9th, 2014

APBD Belum Disahkan, Pemkab Tetap Siapkan Lelang

PENAJAM - Guna mengoptimalkan pelaksanaan pembanguan daerah di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Pemkab tetap menyiapkan sistem informasi rencana umum pelelangan (SIRUP), walaupun  APBD tahun anggaran 2014 belum disahkan oleh DPRD PPU. Demikian dikatakan oleh Kabag Pembangunan Setkab PPU, Edy Subyantoro,  kepada Koran Kaltim, Kamis  siang (9/1) kemarin.
Ia menjelaskan,  SIRUP tersebut memang segaja disiapkan lebih dahulu sebelum APBD disahkan. Seharusnya SIRUP baru disiapkan setelah APBD  diketok DPRD PPU karena dasar sistem itu adalah Rencana Kerja Anggaran (RKA) di dalam APBD tersebut. Hal ini sengaja dilakukan, karena setelah APBD disahkan kegiatan bisa  segera dilaksanakan.
Terkait molornya pengesahan APBD tahun 2014 ini, lanjutnya, apabila hingga Februari bulan depan juga belum disahkan,  maka dapat berdampak pada roda pembagunan di daerah, khususnya pada kegiatan pembangunan fisik dan non fisik yang harus melalui pelelangan. Sebab proses pelelangan minimal memakan waktu selama dua bulan lamannya.
Menurut Edy, pihaknya berupaya untuk menyiapkan  kerangka acuan kerja lebih dahulu. Apabila nantinya APBD telah disahkan, maka tahap awal pihaknya melelang perencanaan lebih dahulu, karena membutuhkan waktu cukup panjang, sedangkan lelang proyek fisik dilakukan setelahnya,  karena perencanaan dijadikan dasar pada kegiatan fisik itu.
Pada tahun 2013 lalu, kegiatan pembangunan fisik dan no fisik mampu menyerap anggaran sebesar 70 persen dari total anggara Rp 1,6 triliun. Sementara untuk kegiatan yang anggarannya berasal dari bantuan keuangan (Bankeu) provinsi total anggaran Rp97,1 miliar terserap sekitar 60 persen.
Di tahun 2014 ini PPU mendapatkan bankeu APBD Provinsi Kaltim  sebesar Rp81 miliar. Besaran  bankeu ini lebih kecil dibandingan tahun anggaran  2013 kemarin yang mencapai Rp97,1 miliar  begitu pula di tahun dan 2012 silam sebesar Rp150 miliar.
Dibeberkannya, anggaran bankeu sebesar Rp81 miliar tersebut untuk membiayai sejumlah proyek fisik dan pengadaan barang dan jasa, seperti proyek fisik pembangunan sisi darat pelabuhan Buluminung sebesar Rp36 miliar, pembangunan fisik saluran tersier di Kecamatan Babulu sektor pertanian sejumlah Rp2,5 miliar, proyek pengadaan mobiler di sejumlah sekolah Rp10 miliar dan  pengadaan Informasi  Teknologi (IT) sebesar  Rp16 miliar. “Namun walaupun telah mendapatkan bankeu tersebut, apabila APBD belum disahkan maka kegiatan tidak bisa dilaksanakan, sebab, anggaran bankeu tersebut menjadi satu badan dalam APBD,sehingga kami berharap agar APBD bisa segera disahkan,” harapnya.(nav)

Bagikan Berita Ini

  • Facebook
  • Twitter
  • Blogger

About the Author

Email
Print
WP Socializer Aakash Web