Breaking News
Home >> Bontang - Kutim >> APBD Macet, Pelaku UKM Bisa Lewat KUR

APBD Macet, Pelaku UKM Bisa Lewat KUR

BONTANG – Meski tak ada kucuran APBD Bontang, para pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) di Kota Taman diminta tidak patah arang. Pemerintah tetap memperhatikan kelangsungnya sektor ekonomi kedua itu. Salah satunya lewat fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR), yang dijalankan oleh Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Negara Indonesi (BNI)
Kepala Seksi Pembinaan UKM Disperindagkop dan UMKM Marwati menuturkan, BRI dan BNI adalah dua perusahaan pelat merah yang ditunjuk untuk menyediakan fasilitas KUR bagi pelaku UKM di seluruh daerah di Indonesia. Bank akan memberikan kemudahan dan potongan menarik ketika pelaku usaha mengajukan pinjaman.
Sejatinya, dalam perhitungan normal, besar bunga per tahun yang ditanggung nasabah mencapai 19 persen. Namun, Presiden Jokowi menginginkan pengembangan usaha kerakyatan yang di dalamnya mencakup pelaku UKM. Sehingga lahirlah kebijakan subsidi 10 persen bagi nasabah yang menempuh jalur KUR.
“Intinya, pemerintah sekarang betul-betul mendukung usaha UKM. Lewat KUR misalnya. Subsidi 10 persen ini sangat membantu,” kata Marwati.
Fasilitas KUR, jelas dia, merupakan jalur keuangan yang ditetapkan pemerintah untuk menopang para pelaku usaha, termasuk Kota Bontang. Karena, modal menjadi penentu jalan dan eksisnya sebuah bisnis. Mulai dari pinjaman dengan nilai minimal Rp5 juta hingga maksimal Rp25 juta.
“Itu besaran pinjaman untuk jalur KUR. Tapi ketika pelaku UKM ini merasa mampu, bisa menempuh jalur lain dengan plafon hingga ratusan juta,” bebernya.
Sumber modal lain, ungkap dia, bisa melalui lembaga keuangan milik perusahaan lokal. PKBL milik PT Pupuk Kaltim contohnya. Lembaga ini telah membina sejumlah pelaku UKM lokal dengan bunga jauh lebih rendah di bawah bunga KUR. Sedangkan untuk fasilitas dana bergulir yang sempat diterapkan, diakui belum bisa berjalan lantaran permasalahan internal. (ram914)