Breaking News
Home >> PPU - Paser >> APBDP PPU Disahkan Rp1,302 T

APBDP PPU Disahkan Rp1,302 T

Defisit Tercatat Rp170 Miliar

PENAJAM – DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menyepakati Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBDP) tahun anggaran 2016 sebesar Rp1,302 triliun dengan defisit Rp170 miliar.
Penetapan APBDP tersebut dilaksanakan melalui rapat paripurna tentang penyampaian laporan Badan anggaran (Bangar) DPRD terhadap Raperda APBDP 2016 dan penyampaian nota penjelasan dan Pandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD Terhadap Rancangan APBD 2017 di Gedung Paripurna DPRD, siang kemarin.
Rapat yang dipimpin Ketua DPRD PPU, H. Nanang Ali dihadiri oleh 20 dari 25 anggota DPRD, Bupati PPU, Yusran Aspar, Wabup Mustaqim MZ, para kepala dinas, camat, lurah serta sejumlah kades dan para tamu undangan se-PPU.
Ketua DPRD Nanang Ali mengatakan, setelah melalui proses pembahasan antara Bangar dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) maka APBDP 2016 setujui disepakati sebesar Rp1,302 triliun atau berkurang sebesar Rp123 miliar lebih atau sebesar 8,64 persen dari APBD murni.
“Meskipun telah ditetapkan sebesar Rp1,302 triliuan pada APBDP 2016 ini, namun terjadi defisit sebesar Rp170 miliar,”katanya.
Sementara itu, bupati dalam pidatonya mengatakan, pada APBDP tahun ini, Pendapatan Asli Daerah (PAD) direncanakan sebesar Rp209,483 miliar lebih bertambah sebesar Rp136 miliar lebih atau 185 persen dari pendapatan murni yang terdiri dari hasil pajak daerah, restribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan dan lain-lain PAD daerah yang sah serta dana perimbangan direncanakan sebesar Rp945,195 miliar lebih berkurang sebesar Rp171,860 miliar lebih atau sebesar 15,18 persen dari APBD murni dan untuk pendapatan yang lain direncanakan sebesar Rp147,796 miliar lebih, berkurang sebesar Rp87,291 miliar lebih atas sebesar 37,13 persen dari APBD murni.
“Sementara belanja daerah secara keseluruhan direncanakan pada APBDP 2016 adalah Rp1,472 triliun lebih, berkurang Rp21,093 miliar atau 141 persen. Belanja tidak langsung Rp606,768 miliar lebih bertambah sebesar Rp22,471 miliar lebih atau 3,85 persen dari APBD murni, sementara belanja langsung Rp865,456 miliar lebih berkurang Rp43,564 miliar lebih atau 4,79 persen dari APBD murni,”tukas Yusran.
Untuk pembiayaan daerah, Yusran menambahkan, dalam APBDP 2016 ini direncanakan sebesar Rp169,750 miliar lebih yang terdiri dari penerimaan Silpa Rp9,647 miliar lebih, rencana pinjaman daerah sebesar Rp185,344 miliar lebih, dan pengeluaran pembiayaan untuk penyertaan modal pemerintah daerah dan pembayaran kewajiban terhadap pihak ketiga sebesar Rp3 miliar untuk penyertaan modal kepada perusahaan konsorsium Jembatan Tol Teluk Balikpapan dengan rencana pembayaran bunga pinjaman sebesar Rp22,241 miliar lebih.
Saat menyampaikan nota keuangan APBD PPU, Yusran menuturkan, kondisi ekonomi makro saat ini dengan fluktuasi harga minyak mentah dunia belum stabil yang ikut mempengaruhi ekonomi daerah. Dimana target pendapatan pada APBD tahun 2017 sebesar Rp1,038 triliun lebih dengan rincian PAD Rp100 miliar lebih, dana perimbangan Rp833,913 miliar lebih serta pendapatan yang sah direncanakan sebesar Rp104,401 miliar lebih.
“Belanja daerah untuk keseluruhan di APBD 2017 direncanakan sebesar Rp1,306 triliun lebih berkurang Rp165,912 miliar lebih atau sebesar 11 persen, untuk pembiayaan daerah dalam RAPBD 2017 direncanakan sebesar Rp267,79 miliar lebih,”terangnya. (nav)