Breaking News
Home >> Berau - Kubar >> Arif: Waspada Penipuan Lowongan Kerja Berau Coal

Arif: Waspada Penipuan Lowongan Kerja Berau Coal

TANJUNG REDEB – Masyarakat diminta beragam modus penipuan yang terjadi saat ini. Dengan kondisi perekonomian yang sangat sulit sekarang ini membuat oknum-oknum tak bertanggung jawab nekat untuk memafaatkannya. Seperti yang terjadi di Berau, terjadi modus penipuan berkedok lowongan kerja, mencatut nama PT Berau Coal.
Lowongan kerja ini diposting melalui alamat website http://poemabatsoilik.blogspot.co.id/2015/10/lowongan-kerja-terbaru-pt-berau-mining.html dan juga pada alamat website
http://www.lokerindonesia.info/2015/10/info-loker-terbaru-pt-berau-mining-coal.html
Belum diketahui sejak kapan postingan ini dipublikasikan. Namun manajemen PT Berau Coal membantah adanya pembukaan lowongan kerja ini. “Itu tidak benar, saat ini pihak kita belum ada membuka penerimaan,” jelas Manager Public Relations PT Berau Coal Arif Hadianto, saat dikonfirmasi.
Ia menjelaskan, dalam penerimaan karyawan, perusahaan dalam melakukan proses rekrutmen calon tenaga kerja tidak pernah meminta imbalan berupa uang atau dalam bentuk apapun lainnya kepada kandidat, yang terpilih untuk mengikuti proses seleksi.
Perusahaan juga kata dia, tidak pernah bekerjasama dengan perusahaan/lembaga/institusi lain yang mana meminta kepada kandidat terpilih untuk membayar atau mentransfer uang atau meminta imbalan bentuk apapun lainnya. Untuk informasi seleksi penerimaan calon tenaga kerja Berau Coal langsung diproses oleh HRD Berau Coal yang berdomisili di Jakarta dan atau Kantor Pusat PT Berau Coal di Berau, Kalimantan Timur.
“Untuk lebih jelasnya bisa langsung ke Head Office di Jalan Pemuda No 40, Tanjung Redeb atau kunjungi alamat website kami www.beraucoalenergy.co.id,” tegas Arif.
Ditanya jumlah korban dalam penipuan, menurut Arif, ada beberapa calon pekerja yang menghubungi dia , memastikan penerimaan ini. “Ada yang menghubungi saya konfirmasi ini dan saya beri penjelasan bahwa itu penipuan. Korbannya mungkin sekitar puluhan lah. Saya ingatkan kepada masyarakat agar waspada,” demikian Arif. (sam)