Breaking News
Home >> Hukum & Kriminal >> Ayu Histeris Temukan Ayahnya Gantung Diri
TAK BERNYAWA : Warga bersama petugas medis berusaha menye-lamatkan nyawa Sujiman yang nekat gantung diri di rumahnya.
TAK BERNYAWA : Warga bersama petugas medis berusaha menye-lamatkan nyawa Sujiman yang nekat gantung diri di rumahnya.

Ayu Histeris Temukan Ayahnya Gantung Diri

Nekat Akhiri Hidup Diduga karena Himpitan Ekonomi

SAMARIDA – Warga Kelurahan Bukuan, Kecamatan Palaran heboh ketika mendengar kabar salah satu tetangga mereka bernama Sujimin (46) nekat gantung diri hingga tewas, Selasa (29/11). Mayat Sujimin ditemukan menggantung di rumahnya dalam kondisi sudah tak bernyawa.
Kanit Reskrim Polsekta Palaran Ipda Nodi menjelaskan, mayat Sujimin pertama kali ditemukan oleh seorang putrinya yang baru saja pulang sekolah bernama Ayu Lestari (16). “Yang pertama menemukan adalah anaknya. Saat itu, dia baru saja pulang sekolah sekitar pukul 13.45 Wita dan menuju ke dapur, mungkin mau makan, namun justru menemukan ayahnya gantung diri,” kata Nodi.
Mengetahui kejadian tersebut, Ayu langsung histeris dan lari keluar rumah berteriak meminta tolong kepada tetangganya. Teriakan minta tolong itu membut warga sekitar berdatangan dan mencari tahu apa yang terjadi. Warga yang berkumpul langsung mengambil inisiatif untuk memutus tali nilon warna cokelat yang menjerat leher korban. “Warga mengira korban masih hidup dan berupaya menolongnya. Korban dibawa ke salah satu Puskesmas, tenyata sudah meninggal dunia,” paparnya.
Saat kejadian, lanjut Nodi, Sujimin di rumahnya hanya seorang diri karena dua anaknya sedang sekolah dan isterinya masih bekerja. “Isterinya bekerja di salah satu perusahaan di kawasan Bukuan,” urainya.
Untuk memastikan kejadian tersebut, sejumah polisi dari Polsekta Palaran sempat mendatangi langsung lokasi kejadian untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Secara kasat mata, lanjut Nodi, tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh Sujimin, pihak keluarga pun telah membawa pulang korban untuk dimakamkan.
Mengenai penyebab korban nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, Nodi menduga karena faktor ekonomi. “Bisa jadi karena faktor ekonomi. Informasinya, selama ini korban bekerja sebagai kuli bangunan, namun kami masih melakukan penyelidikan” sebutnya. (dor)