Bagaimana Pentolan FPI Lolos Seleksi Komnas HAM?

0
5216

JAKARTA – Pentolan Front Pembela Islam (FPI) Jawa Tengah Zainal Abidin Petir dikabarkan lolos seleksi tahap kedua anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia. Ketua Bidang Advokasi dan Hukum FPI Jateng itu berhasil lolos tes tertulis diselenggarakan panitia seleksi Komnas HAM.
Ketua panitia seleksi Komnas HAM Jimly Asshiddiqie berkata tidak mengetahui lolosnya Zainal pada seleksi tahap pertama dan kedua. Alasan Jimly, saat seleksi pertama dan kedua, tim pansel tidak mendapatkan nama peserta, melainkan hanya nomor pendaftaran saja.
“Saya tidak tahu,” kata Jimly kepada reporter Tirto, Senin lalu. “Ini, kan, masih panjang prosesnya. Setelah ini baru cek track record mereka yang mendaftar. Sekarang lagi proses.”
Jimly mengatakan proses selanjutnya akan digelar dialog publik dengan mengundang LSM dan pemangku kepentingan. Mereka akan berdialog dengan para calon komisioner Komnas HAM yang lolos seleksi kedua.
“Dialog publik tanggal 16 dan 17 Mei ini. Kami mengharapkan LSM hadir berdialog. Kalau memang ada masukan soal calon-calon ini, silakan disampaikan,” kata Jimly.
Terkait seleksi calon anggota Komnas HAM, Zainal Abidin tak mengelak ia adalah pengurus FPI Jawa Tengah. Ia menegaskan, tidak ada larangan bagi siapa pun ikut dalam proses seleksi selagi memiliki kompetensi.
“Kan tetap boleh mendaftar. Sebagai warga negara, kita berhak memilih pekerjaan apa yang kita inginkan,” katanya kepada reporter Tirto, Senin lalu.
Zainal menjelaskan alasannya bergabung dengan FPI sejak 2013 lantaran ia sepakat dengan tujuan FPI, yakni “amar makruf nahi munkar”
Dari informasi yang dihimpun Tirto, Zainal Abidin pernah dituntut mundur dari jabatannya sebagai komisioner KPI oleh Aliansi Masyarakat dan Ormas Penjaga Kedamaian dan Bhineka Tunggal Ika Semarang pada 17 April silam.
Ormas Penjaga Kedamaian menilai Zainal tidak sepantasnya memangku jabatan publik dan mendapat gaji dari negara, yang justru memimpin organisasi “yang gemar memusuhi, memfitnah, dan menggerakkan upaya makar terhadap pemerintah yang sah.”
Aksi itu buntut dari penolakan sejumlah ormas termasuk Patriot Garuda Nusantara (PGN) yang menolak pendirian FPI di Kota Semarang pada 13 April lalu. Saat itu sempat terjadi ketegangan di rumah Zainal Abidin di Kelurahan Bulu Lor, Semarang Utara, antara tokoh FPI Jateng dan perwakilan Ormas. Zainal saat itu menjadi Ketua Advokasi FPI Jateng.
Zainal membantah FPI bermaksud melakukan tindak kekerasan sebagaimana dikhawatirkan para penolak. “Saya ingin membangun FPI Jawa Tengah yang humanis, yang dibutuhkan masyarakat,” dalih Zainal. (tid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here