Home >> Balikpapan >> Bahas Stadion Persiba, DPRD Undang Pertamina

Bahas Stadion Persiba, DPRD Undang Pertamina

BALIKPAPAN- Manajemen Persiba Balikpapan pasrah atas rencana Pertamina menggusur Stadion Parikesit. Rencananya stadion yang merupakan homebase Tim Persiba ini mulai diratakan pada Januari 2017 untuk kepentingan perluasan kilang.
Guna mencari solusi tentang persoalan Stadion Persiba, manajemen Persiba mendatangi DPRD untuk mendapatkan dukungan. Dari pertemuan singkat itu, pihak DPRD berencana akan mengundang Pertamina dan Persiba pekan depan, untuk duduk bersama mencari kemungkinan jalan lain.
Ketua Umum Persiba Syahril HM Taher berharap masih diberikan kesempatan untuk menggunakan stadion hingga Juli 2017. “Memang kami tidak bisa halangi-halangi karena ini kepentingan nasional tapi kalau bicara Stadion Persiba mau dibikin workshop, warehouse kenapa sih nggak dimundur dulu. Karena kantorkan masih ada di dalam. Nah waktu enam bulan nggak lama masih banyak pekerjaan Pertamina yang bisa dilakukan dulu masih harus stadion. Kita ingat waktu Gubernur bilang jangan dibongkar dulu kalau kompetisi belum selesai,” ujarnya didamping Sekum Persiba Irfan Taufik, kemarin.
Jika pertamina tetap menolak, Syahril menyebutkan itu sebagai hak Pertamina. Dirinya hanya meminta kebijaksaan apakah diterima atau ditolak. “ Ini harus dilihat kan di dalam masih banyak kantor,” ujarnya.
Soal usulan mendatangi kantor Pertamina pusat, Syahril menilai usulan itu bisa saja dilakukan namun dia enggan jika harus melakukan potong kompas melewati jalur prosedur Pertamina di Balikpapan.
Soal alternatif home base seperti Bantul dan PPU, menurut Syahril hal itu tidak mudah karena berkaitan dengan anggaran dan kesiapan infrastruktur.
“Kan banyak alternatif-altenatif tapikan tidak sedikit biaya. Senin kita ke pak Yusran untuk menyampaikan terima kasih dia Bupati yang peduli pada Persiba tentu untuk home base di sana kita harus lihat tidak main-main standarnya ada 40 persyaratan. Kita hargai ke sana bersama Pertamina,” ujarnya.
Ketua umum Persiba ini menyebutkan satu musim ISL dibutuhkan dana Rp17 sampai Rp19 miliar. Tentu bukan biaya kecil untuk ikut kancah ISL.
Ketua DPRD Kota Balikpapan Abdullah berjanji akan memanggil Pertamina untuk dimintai penjelasan terkait stadion Parikesit sambil menunggu stadion baru yang bisa digunakan pada pertengahan 2017.
“Kami akan RDP dengan Pertamina ya mungkin pekan depan. Kami ingin lihat jawaban Pertamina bagaimana tapi yang riil ya masih ada toleransi apa tidak,” ujarnya.
“Kalau schedule membongkar kan kapan saja bisa tapi membangunkan belum tentu toh awal 2017 masih proses juga,” sambungnya. (din)