Kandungan Gizi Durian
Jumlah Per 100 g
Kalori (kcal) 147
Jumlah Lemak 5 g
Kolesterol 0 mg
Natrium 2 mg
Kalium 436 mg
Jumlah Karbohidrat 27 g
Serat pangan 3,8 g
Protein 1,5 g
Vitamin A 44 IU Vitamin C 19,7 mg
Kalsium 6 mg Zat besi 0,4 mg
Vitamin B6 0,3 mg Vitamin B12 0 µg
Magnesium 30 mg
Balikpapan Tertinggi Kepesertaan BPJS

Balikpapan Tertinggi Kepesertaan BPJS


korankaltim
korankaltim
2016-10-14 21:09:39
BALIKPAPAN- Dari delapan kantor cabang BPJS Kesehatan Regional VIII Kalimantan. BPJS Kesehatan cabang Balikpapan yang melayani daerah Balikpapan, PPU dan paser hingga kini kepersertaannya mencapai 80 persen.

Dibandingkan kantor cabang lainya seperti Tarakan menempati posisi kedua yakni 73 persen dan Samarinda sebanyak 68 persen. Dengan total kepesertaan BPJS kesehatan di Kalimantan berjumlah 6,2 juta orang dari jumlah penduduk 15, 2 juta.

Kepala Kantor Divisi Regional VIII Kalimantan BPJS Kesehatan, Ni Mas Ratna Sudewi menyebutkan secara prosentase untuk wilayah Kalimantan, kepesertaan BPJS Kesehatan baru mencakup 58,73 persen. “ di Kaltim paling tertinggi memang di Balikpapan dengan angka 80,9 persen. Paling rendah kabupaten apalagi daerah pemekaran,” ungkapnya dalam acara gathering media, Kamis (13/10).

Untuk kantor cabang lainya seperti Barabai 46 persen dan terendah ada di kota Banjarmasin dengan tingkat kepersertaan hanya 43 persen. Sedangkan Sampit 60 persen dan Palangkara 52 persen.

Namun mereka yang tinggal di daerah pedalaman menurut Sudewi jauh lebih sehat karena pola hidup yang baik dan sehat, seperti jalan kaki, tidak mengkomsumsi junkfood. “Justru hidup seperti mereka kita bangun dengan program jaminan kesehatan nasional menjamin supaya sehat,” tandasnya.

Sudewi menyebutkan pertumbuhan kepersertaan BPJS kesehatan di wilayahnya berkisar 10-15 persen. Dia pun masih memiliki PR untuk mengajak penduduk yang belum masuk dalam program JKN ini sebab pada 1 Januari 2019 seluruh penduduk (universal coverage) harus terdaftar sebagai perserta BPJS Kesehatan.

Menurutnya dengan 100 persen kepersertaan ini maka konsep gotong royang akan lebih teras dan meringanakan biaya negara untuk kesehatan ini. “Kita terus maping mana yang sudah 80 persen mana yang belum. Di Balikpapan ini kan masih kurang 20 persen jadi 2017 minimal 10 persen, di 2018 juga 10 persen lagi. Itu untuk menguatkan gotong royong ini supaya kebutuhan negara akan iuran yang besar ini berkurang karena resiko itu harus disebar,” jelasnya.

Dia menyebutkan program JKN ini telah banyak diapresiasi tinggi oleh negara-negara lain bahkan sampai mereka mengajungkan jempul. “Sebab mohon maaf dari mulai sakit panu sampai yang Dying (sekarat) itu ditanggung oleh BPJS kesehatan. Kalau negara-negara lain beda masih masih beberapa batasan. Memang pemerintah ingin menanggung masyarakat sambil berjalan nanti dipelajari dan diperbaiki sistemnya. Memang akibatnya begitu dibuka 2014-2015, banyak mereka perserta mandiri kalau negara lain itu biasanya pesertanya dibuka diakhir jelang universil coverage,” terangnya. (Din)

loading...

baca LAINNYA

korankaltim
korankaltim
2 months ago | dibaca 391 kali
img
korankaltim
korankaltim
1 month ago | dibaca 1.320 kali
img