Sopir Minum Alkohol Dilarang Mengemudi


korankaltim
korankaltim
Koran Kaltim     6 bulan yang lalu     1.930 kali
img GM MOR VI Januar Budi Hartanto meninjau posko Lebaran TBBM Balikpapan, yang juga menyediakan pemeriksaan kesehatan awak truk tanki BBM.

BALIKPAPAN - PT Pertamina Marketing Operation Region (MOR) VI kembali memastikan kesiapan distribusi BBM, menjelang puncak arus mudik lebaran tahun ini. Mereka mengklaim, tidak menemukan kendala berarti dalam proses distribusi.

Didampingi Area Manager Communication Relation Pertamina Kalimantan, GM Pertamina MOR VI Yanuar Budi Hartono mengecek langsung persiapan distribusi di Terminal BBM Balikpapan, berikut posko lebaran terminal BBM di Jalan Yos Sudarso, Balikpapan, kemarin.

“Tidak hanya di Balikpapan, kami juga dirikan posko mudik lebaran sejak 10 Juni sampai 11 Juli nanti di seluruh terminal BBm di Kalimantan. Sehingga kami selalu siap jika terjadi sesuatu dalam pendistribusian BBM ke masyarakat, salah satunya pengalihan supply point BBM,” klaim Yanuar.

“Walaupun tidak sepadat tren mudik di pulau Jawa, kami tetap berlakukan satgas, untuk mengantisipasi adanya lonjakan konsumsi BBM yang mungkin terjadi di lapangan,” ujarnya.

Untuk memastikan kelancaran distribusi BBM oleh personilnya, setiap hari, kondisi kesehatan 90 awak yang mengoperasikan 32 mobil tangki juga diperiksa di posko lebaran terminal BBM.  Mulai dari tekanan atau tensi darah sampai pemeriksaan kadar alkohol dalam tubuh dan urut. Ini dilakukan untuk memastikan awak mobil tangki dalam kondisi fit, saat bertugas mendistrubusikan BBM ke lembaga penyalur seperti SPBU.

“Kami tidak akan mengeluarkan perintah operasional atau bekerja, jika ada awak yang terindikasi mengonsumsi mimuman beralkohol. Kalau positif atau tidak sehat, kita tidak turunkan,”  tegas Yanuar.

“Sebelum beraktivitas kami pastikan betul awak mobil tangki dalam kondisi fit dan layak untuk turun lapangan. Hal ini menjadi bagian dari komitmen Pertamina untuk mewujudkan Zero Accident dan Zero Fatality di berbagai lini bisnisnya,” jelas Yanuar.

“Kebetulan terminal BBM Balikpapan bersebelahan dengan kilang refinery. Jadi pasokan cukup aman untuk Kalimantan Timur. Kami juga evaluasi tidak ada titik wilayah yang dinyatakan rawan kelangkaan BBM, semua aman,” katanya lagi.

Khusus di terminal BBM Balikpapan menyuplai BBM kepada 24 SPBU dan 14 AMPS, hingga ke kawasan Handil di kabupaten Kutai Kartanegara, dengan rata-rata penyaluran 750 KL per hari. Termasuk membentuk satuan tugas yang bekerja hingga 24 jam guna mengantisipasi lonjakan konsumsi BBM di masyarakat. (din)



baca LAINNYA