Home >> Hukum & Kriminal >> Bambang Ditempatkan di Sel Khusus

Bambang Ditempatkan di Sel Khusus

BALIKPAPAN-Penyidik Polres Balikpapan masih menunggu hasil pemeriksaan psikologi dari Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Kaltim, terkait kondisi kejiwaan tersangka Bambang Iriyansyah (38) yang membunuh Sri Widodo alias Wiwid (42) warga asal Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dari keterangan orang tua tersangka, Sumanda, Bambang mengalami sakit gangguan jiwa sejak tahun 2002 silam. Saat itu Bambang dikirim ke RSJ Samarinda untuk mendapatkan perawatan. Selang beberapa bulan Bambang dipulangkan dan dinyatakan sudah sembuh dari penyakit jiwanya.
Namun belum lama bergaul di masyarakat, penyakitnya kembali kumat. Bambang sering mengamuk dengan merusak segala perabotan rumah hingga merusak rumah milik orang tuanya di kawasan Strat dua, Balikpapan Utara.
“Saya sudah cukup menasehati, dia sering ngamuk, guru agama yang saya datangkan saja dilawannya. Sampai rumah saya yang di Strat dua itu hancur Mas gara-gara dia, perabotan rumah ikut dihancurkan,” ujar Sumanda dihadapan petugas kepolisian.
Meski sudah sekitar lima kali keluar masuk RSJ, Bambang juga sempat menikah dan memiliki seorang anak. Saat itu, Bambang dinyatakan telah sembuh dari gangguan jiwanya, awalnya bahtera rumah tangganya berjalan seperti pasangan suami istri pada umumnya. Namun, belakangan gangguan jiwa yang dialaminya mulai kambuh.
Bambang bahkah sering memarahi tetangganya sendiri, sifat emosional Bambang semakin menjadi-jadi hingga tidak didapat dinasehati lagi. Karena sering berkelahi dengan keluarga dan sering mengamuk, pihak keluarga pun angkat tangan mengurus Bambang.
“Dia sering berhalusinasi dan mengamuk, makanya sekarang dia kebanyakan hidup di jalan,” terangnya.
Setelah kejadian ini, Sumanda berharap anaknya dapat ditangani lagi di RSJ hingga benar-benar sembuh. Agar kasus serupa dan kebiasaan mengamuk bisa hilang. “Saya berharap anak saya di kirim saja ke RSJ, biar dia diobati di sana,” harapnya.
Sementara ini Bambang diamankan sel tahanan Mapolres Balikpapan. Namun Bambang tidak dicampur dengan tahanan lainnya agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
“Kita tempatkan dia di sel khusus dan sendiri, tidak kita campur untuk menghindari segala macam kemungkinan yang bisa saja terjadi,” tandas Kapolres Balikpapan AKBP Jeffri Dian Juniarta melalui Paur Subag Humas Iptu Suharto.(yud)