Kandungan Gizi Durian
Jumlah Per 100 g
Kalori (kcal) 147
Jumlah Lemak 5 g
Kolesterol 0 mg
Natrium 2 mg
Kalium 436 mg
Jumlah Karbohidrat 27 g
Serat pangan 3,8 g
Protein 1,5 g
Vitamin A 44 IU Vitamin C 19,7 mg
Kalsium 6 mg Zat besi 0,4 mg
Vitamin B6 0,3 mg Vitamin B12 0 µg
Magnesium 30 mg
Bangunan di Bantaran SKM Harusnya Ditata Bukan Digusur

Bangunan di Bantaran SKM Harusnya Ditata Bukan Digusur


korankaltim
korankaltim
2016-10-10 05:00:35
SAMARINDA – Aktivis lingkungan hidup Kaltim, Niel Makinuddin mengungkapkan, pembongkaran rumah warga di bantaran Sungai Karang Mumus (SKM) terkesan terlalu buru-buru karena sejatinya masih bisa dilakukan penataan dengan lebih baik.

Hal ini diungkapkan Niel terkait dengan relokasi warga SKM terutama di segmen Jembatan Arif Rahman Hakim hingga Jembatan Lambung Mangkurat. Menurut Niel, rencana pemkot merelokasi terlalu dini. “Sebenarnya tidak masalah ada perumahan yang berada dipingir sungai, hanya saja penataannya yang harus diubah, karena penggusuran itu langkah hirarki paling rendah, kecuali dalam keadaan terdesak dan panik,” ucap Niel.

Dalam penataan kawasan kumuh, pemerintah seharusnya jangan hanya fokus pada pinggiran sungai sebab di daerah pegunungannya pun juga ada kekumuhan.

“Kami berharap perda yang mengatur tentang kawasan kumuh ini bisa mem back up kinerja pemerintah, khususnya untuk mengalokasikan dana,” ucapnya.

Untuk diketahui saat ini luasan kumuh kota Samarinda, dianggap telah menyebar dan bertambah dengan luasan saat ini 350 hektar. Kekumuhan tersebut dalam data yang ada ternyata tak hanya didominasi di kawasan SKM tapi juga di daerah pegunungan yang selama ini tak terpantau oleh pemerintah.

Seperti diketahui, pasca dilantiknya Walikota Syaharie Jaang dan Wakilnya Nusyirwan Ismail Februari 2016 lalu, dua pejabat daerah itu telah memaklumatkan untuk memfokuskan kegiatannya untuk merelokasi warga bantaran SKM khususnya yang saat ini sudah siap direlokasi yaitu bantaran Jembatan Arif Rahman Hakim dan Jembatan Lambung Mangkurat.

“Itu (merelokasi warga SKM) langkah awal kami sebagai usaha pengendalian banjir dan kami ingin menjelaskan kepada Pemprov Kaltim tahun ini 84 rumah dibantaran SKM mulai dari segmen Jembaran Arif Rahman Hakim dan mudah-mudahan bisa mencapai Jembatan Lambung Mangkurat yang akan dimulai pertengahan tahun,” kata Jaang saat itu.

Namun relokasi sampai saat ini 84 unit rumah yang berada di Jalan Pelita 4, Kelurahan Handil Kopi Kecamatan Sambutan, belum juga diserahkan. Pemkot justru mengubah rencana dengan membongkar seluruh rumah yang berada di SKM segmen satu seputaran Jalan Letjen S Parman, pada Jumat (23/9) lalu padahal sejak awal sudah direncanakan pembongkaran akan dilakukan terlebih dahulu kepada warga di Lambung Mangkurat. (ms315)

loading...

baca LAINNYA