Breaking News
Home >> Kutai Kartanegara >> Bantuan Kementan Terganjal Perencanaan
KEMBANGKAN PERTANIAN : Mentan RI Andi Amran Sulaiman didampingi Bupati Rita Widyasari saat meninjau lahan pertanian di Kelurahan Bukit Biru Tenggarong.
KEMBANGKAN PERTANIAN : Mentan RI Andi Amran Sulaiman didampingi Bupati Rita Widyasari saat meninjau lahan pertanian di Kelurahan Bukit Biru Tenggarong.

Bantuan Kementan Terganjal Perencanaan

Pembangunan Irigasi “Parit Jepang”

TENGGARONG – Peluang pem-bangunan irigasi “Parit Jepang” di Kecamatan Loa Kulu dari Kementerian Pertanian (Kementan) RI terganjal perencanaan yang belum matang. Padahal, Mentan Andi Amran Sulaiman meminta agar dokumen perencanaan disampaikan secepatnya agar bisa dianggarkan di APBN 2017.
Kades Sumber Sari, Sukarno mengatakan, parit sepanjang 8 kilometer itu selama ini menjadi andalan bagi petani di lima desa di Kecamatan Loa Kulu, yakni Sumber Sari, Loh Sumber, Sepakat, Panoragan, dan Jembayan Tengah.
Menurutnya, pembangunan irigasi untuk memaksimalkan pengairan parit itu sebenarnya sangat mendesak. “Parit ini menjadi penunjang saat terjadinya musim kemarau. Petani berharap agar dimaksimalkan menjadi irigasi,” ujarnya.
Usulan para petani itu sudah disampaikan kepada Mentan Andi Amran Sulaiman saat acara pen-yerahan bantuan pertanian awal Agustus lalu di Tenggarong. Ia menaksir proyek itu menelan anggaran lebih dari Rp100 miliar.
“Beliau (Mentan, Red) meminta kami membuat perencanaan pekerjaan dan RAB-nya, ucapnya.
Namun sayangnya, hingga kini perencanaan itu belum selesai dibuat. “Kajian lapangan dan analisis Amdal belum selesai. Kalau tidak selesai tahun ini, kami terpaksa mengusulkan tahun depan. Kami akan meminta bantuan IPB dan Unikarta untuk membuat perencanaannya,” terangnya.
Kades Panoragan Sumarno menyebut, selain untuk mengairi sawah, parit itu juga bermanfaat untuk mengendali banjir. “Khususnya di lima desa yang dilewati parit itu,” ujarnya. (ran415)