Breaking News
Home >> Samarinda >> Banyak yang Harus Dirasionalisasi

Banyak yang Harus Dirasionalisasi

Imbas Perpres Baru dan Kelebihan Salur Pemerintah Pusat

SAMARINDA – Tahun ini bisa jadi ujian bertubi-tubi menghampiri Pemkot Samarinda terutama terkait dengan masalah anggaran. Setelah memiliki utang dengan Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) juga kepada pihak ketiga dalam hal ini kontraktor, pemkot harus kembali berpikir keras memutar otak untuk mencari cara mengembalikan anggaran imbas kelebihan salur atau kelebihan transfer ke keuangan pemerintah daerah.
Dana Bagi Hasil (DBH) dari Pemerintah Pusat yang awalnya berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) nomor 137 tahun 2015 kini berubah lagi dengan keluarnya Perpres nomor 66 tahun 2016 yang disahkan Juli 2016 lalu tentang Rincian Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN).
Kasi Bagi Hasil Bukan Pajak Dispenda Samarinda Hery Kurniawan menjelaskan, adanya PP itu yang menjadikan pemerintah pusat melakukan kesalahan transfer.
“Dengan adanya PP baru itu, pemerintah pusat kelebihan transfer hingga Rp140 miliar padahal awalnya untuk pagu, kami mengatur APBD 2016 berdasarkan PP 137,” papar Hery. Padahal jatah Pemkot Samarinda pada DBH senilai Rp512 miliar. Hal ini terjadi saat pengiriman anggaran telah berlangsung hingga memasuki triwulan ketiga.
“Saat memasuki triwulan ketiga itu anggaran yang telah dikirim oleh pemerintah pusat sudah sampai pada 60-80 persen dari jumlah Rp512 miliar. Namun dengan adanya peraturan baru itu seharusnya jatah kami hanya 49,89 persen, oleh karena itu banyak yang harus dirasionalisasi,” paparnya.
Sedangkan untuk pengelolaan keuangan, acuannya harus berdasarkan PP yang terbaru. Sementara anggaran yang ada itu telah diporsikan untuk masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).
“Namun hal ini tentu tidak langsung kami akusisi, karena sebelumnya persoalan kelebihan juga pernah terjadi bahkan Pemerintah Pusat pernah kekurangan salur. Sehingga hal inilah yang akan jadi pertimbangan kami kepada pemerintah pusat agar anggaran yang sudah kelebihan salur itu diangsur pembayarannya,” pungkasnya. (ms315)