Breaking News
Home >> Samarinda >> Banyak Pendatang Tak Melapor

Banyak Pendatang Tak Melapor

SAMARINDA – Setelah mengeluarkan larangan agar tidak melakukan aktivitas di Mesjid diatas jam sepuluh malam, Wakil Walikota Nusyirwan Ismail tak henti-hentinya mengingatkan kepada seluruh aparatur pemerintahan agar turut serta membantu kinerja pemerintah kota, khususnya dalam pengawasan terhadap pendatang baru.
“Kami akan memperkuat sistem wajib lapor terkait kependudukan warga, makanya dalam hal ini ketua RT jadi modal utama meskipun tidak masuk dalam struktur pemerintahan, sebab mereka yang lebih dekat dengan masyrakat,” ujar Nusyirwan Ismail.
Orang nomor dua di Samarinda itu juga tidak menampik saat ini ibu kota Kaltim ini masih banyak warga pendatang yang memiliki KTP di luar daerah, namun berdomisili di Samarinda tanpa melaporkan keberadaan mereka.
Bercermin dari kasus teror bom yang dilakukan pelaku yang diketahui bernama Juhanda, kerap menggunakan sebuah Masjid tanpa nama, di lokasi yang tidak jauh dari tempat meledaknya bom rakitannya di Gereja Oikumene, Kelurahan Sengkotek, Kecamatan Loa Janan Ilir.
“Warga sekitar kami harap bisa memberikan bantuan, dengan memberi laporan kepada pihak yang berwajib kalau ada melihat hal hal mencurigakan baik di rumah bangsal, kos maupun tempat ibadah yang digunakan kelompok tertentu,” ucap Nusyirwan.
Hal senada juga diucapkan Kapolda Kaltim Irjen Pol Safaruddin saat melakukan gelar perkara kasus teroris di Mako Brimob Samarinda Seberang pada Sabtu (lalu).
Kedepan, untuk melakukan antisipasi, perwira kepolisian berpangkat bintang dua ini menyebut, pihaknya akan memaksimalkan fungsi dari Babinkamtibmas serta Babinsa di setiap Kelurahan di wilayah kepemimpinannya.
“Pengawasan kepada para pendatang adalah langkah antisipasi yang harus dilaksanakan agar kejadian serupa tidak kembali terulang,” papar Safaruddin. (ms315)