Kandungan Gizi Durian
Jumlah Per 100 g
Kalori (kcal) 147
Jumlah Lemak 5 g
Kolesterol 0 mg
Natrium 2 mg
Kalium 436 mg
Jumlah Karbohidrat 27 g
Serat pangan 3,8 g
Protein 1,5 g
Vitamin A 44 IU Vitamin C 19,7 mg
Kalsium 6 mg Zat besi 0,4 mg
Vitamin B6 0,3 mg Vitamin B12 0 µg
Magnesium 30 mg
Bareskrim Tetapkan Dimas Kanjeng sebagai Tersangka

Bareskrim Tetapkan Dimas Kanjeng sebagai Tersangka


korankaltim
korankaltim
2016-10-11 07:00:18
Kasus Penipuan Rp25 M, Siap Unjuk Kebolehan di Persidangan



JAKARTA - Pemilik Padepokan Dimas Kanjeng di Probolinggo, Jawa Timur (Jatim), Taat Pribadi, ditetapkan sebagai tersangka oleh Bareskrim Mabes Polri untuk kasus penipuan dengan modus penggandaan uang senilai Rp25 miliar.

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Pol Agus Andrianto mengatakan, untuk penyidikan kasus ini, tim Bareskrim diterbangkan ke Jawa Timur untuk melakukan penyelidikan. Pasalnya, laporan penipuan ini tidak hanya dilakukan di Bareskrim saja, tetapi juga di Jawa Timur.

“Tersangka. Kemarin anggota sudah di sana (Jatim),” kata Agus ketika dikonfirmasi Okezone, Senin (10/10).

Sayangnya, Agus tidak merinci jumlah saksi yang diperiksa dalam kasus tersebut. “Perkembangannya sebelumnya kan empat saksi, kemudian kami kirim anggota ke sana untuk melakukan pemeriksaan saksi maupun tersangka,” ujar dia.

Sekadar informasi, selain menjadi tersangka di Bareskrim, Polda Jatim juga menetapkan Taat Pribadi sebagai tersangka kasus pembunuhan dan penipuan dengan nilai Rp830 juta.

Di Polda Jatim, Taat Pribadi dilaporkan melakukan dugaan pidana penipuan sebesar Rp1,5 miliar dan Rp200 miliar. Namun, dua laporan ini masih dalam proses penyelidikan dan penyidikan.

Tersangka penipuan dengan modus penggandaan uang Dimas Kanjeng Taat Pribadi siap beraksi dipersidangan. Aksi ini adalah memunculkan uang secara gaib dihadapan majelis hakim.

“Tapi kayaknya enggak mungkin. Namun jika diminta klien kami siap. Selama ini memang banyak yang menyudutkannya,” kata kuasa Hukum Dimas Kanjeng Taat Pribadi, Isya Julianto.

Dia menjelaskan, hukum di Indonesia tentunya tidak bisa menerima fakta-fakta tersebut. Isya menyakini bahwa kliennya tidak melakukan penipuan sebagaimana yang dituduhkan selama ini.

Kata Isya, sebelumnya Kliennya itu juga telah melakukan aksi dengan cara mengadakan uang secara gaib sebesar Rp700 ribu. Penggandaan uang secara gaib terdiri dari pecahan Rp100 ribu dan Rp50 ribu. Uang itu, kata Isya, sempat dibawa penyidik, namun akhirnya dikembalikan lagi ke Dimas Kanjeng Taat Pribadi.

“Seperti itu khan tidak bisa diterima dalam hukum Indonesia. Namun, jika nanti majelis hakim meminta akan dibuktikan di persidangan,” sambungnya.

Isya juga menyebut, belum mengetahui secara pasti kapan sidang Dimas Kanjeng digelar. Menurutnya, saat ini masih menjalani proses-proses pemeriksaan oleh penyidik. “Terakhir, klien saya diperiksa terkait laporan penipuan yang masuk ke Bareskrim Mabes Polri,” pungkasnya.

Sementara, di Padepokkan Dimas Kanjeng Taat Pribadi di Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo masih ada sejumlah pengikut Dimas Kanjeng. Mareka melakukan aktifitas seperti biasanya. “Beraktivitas biasa. Sampai saat ini sekitar ratusan orang yang masih di Padepokkan,” tambahnya. (okz)

loading...

baca LAINNYA