Breaking News
Home >> Headline >> Batalion TNI di Kubar jadi Termegah di Indonesia

Batalion TNI di Kubar jadi Termegah di Indonesia

Dilengkapi 1.000 Pasukan, Gunakan Lahan Bekas PT Gunung Bayan

SENDAWAR – Komandan Kodim 0912 Kutai Barat (Kubar), Letkol Inf Hendriawan Senjaya kembali memastikan di wilayahnya teritorialnya akan berdiri batalion infanteri dengan beranggotakan seribu pasukan TNI lebih. Hal itu sebagai wujud menjaga NKRI, khususnya di Kubar dan Mahakam Ulu (Mahulu) tepat berada di kawasan perbatasan negara Indonesia-Malaysia.
“Batalion Infanteri akan bermarkas di kawasan bekas konsesi PT Gunung Bayan Pratama Coal (GBPC) di Dusun Kem Baru, Kampung Muara Tae, Kecamatan Jempang,” jelas Hendriawan kepada Koran Kaltim, Rabu (5/10)
lalu di Sendawar. Dia menambahkan, meski saat ini belum berdiri, namun di garis batas Indonesia-Serawak (di Kabupaten Mahulu) sepanjang 47,5 Kilometer telah berdiri posko pengamatan dan pengamanan perbatasan. “Di tapal batas kedua negara sudah ada satu pleton Satgas Pamtas, selanjutnya akan ditambah satu pleton lagi. Kalau batalion infanteri akan memperkuat, akan dibentuk tujuh kompi masing-masing beranggotakan 100 pasukan TNI,” paparnya.
Tak hanya itu, Mako Yonif dengan kode 612 itu, salah satunya akan berada di wilayah Kabupaten Mahulu, tepatnya di Kecamatan Long Bagun. “Di Mahulu akan dibentuk dua Kompi, di Kubar akan dibangun Mako Yonif dan lima kompi. Nama Yonif mungkin adopsi kearifan lokal, nama kerajaan atau tokoh lokal,” i buh Hendriawan, lulusan Angkatan Militer tahun 1998 dan pernah menjadi salah satu dari 100 prajurit TNI dari Kompi dan Markas Batalyon Kontingen Garuda XXIII-E/UNIFIL yang bertugas latihan bersama tentara Perancis di Libanon, Agustus 2011 silam. Terkait rencana berdirinya batalion TNI di Kubar, Bupati Kubar FX Yapan membeber kondisi lahan untuk markas TNI sudah siap.
“Sudah ada nota kesepahaman antara Pemkab Kubar dan PT GBPC, sekitar 200 hektare untuk membangun markas batalion TNI di Kubar sebagai batalion termegah di Indonesia. Untuk menjangkau perbatasan, akan dicari tempat pasukan untuk menjaga wilayah, karena saat ini sudah masuk Masyarakat Ekonomi Asean (MA),” tambah Yafan. (imr)