Breaking News
Home >> Samarinda >> Belajar ke Belanda Tak Ada Hasilnya
SEMAKIN MELUAS: Dulu di Jl Kadrie Oening ini tak pernah terlihat banjir tinggi, namun setiap tahun ketinggian air semakin parah. Hasil study banding pemerintah ke Belanda pun dianggap tak membuahkan hasil apa-apa.
SEMAKIN MELUAS: Dulu di Jl Kadrie Oening ini tak pernah terlihat banjir tinggi, namun setiap tahun ketinggian air semakin parah. Hasil study banding pemerintah ke Belanda pun dianggap tak membuahkan hasil apa-apa.

Belajar ke Belanda Tak Ada Hasilnya

Pengamat Sebut Pengendalian Banjir Hanya jadi Proyek Semata

SAMARINDA – Menjawab tantangan persoalan banjir memang tidak ada habisnya. Bahkan belakangannya ini pihak Pemkot Samarinda maupun Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak justru saling lempar tanggungjawab.
Hal ini mendapatkan kritikan dari pengamat perkotaan dari akademisi Universitas Mulawarman Purwadi. “Harusnya malu pejabat saling lempar tanggung jawab. Tanggungjawab sepenuhnya tetap berada di Pemkot Samarinda dalam hal ini Pak Wali dan jajarannya,” ujar Purwadi kemarin. “Jelas sekali ini raport merah untuk Jaang dan jajarannya,” tambahnya.
Purwadi kembali mengingat sejak Walikota sebelum Jaang, Achmad Amins, pemkot pernah sampai studi banding ke Negara Belanda untuk mengatasi masalah banjir. “Bahkan orang Belanda pun pernah dipanggil kesini tapi belum juga ada hasilnya. Anggaran Pemprov Kaltim juga sudah banyak dikucurkan tapi manfaatnya belum juga terasa di masyarakat alias nol besar,” jelasnya.
Program pengendalian banjir selama ini hanya jadi proyek belaka karena belum ada dampak signifikan, meskipun APBD yang berasal dari masyarakat telah dikucurkan hingga ratusan miliar. “Kalau mau membangun, jangan hanya sebatas proyek. Lihat saja selama ini kebanyak pembuatan drainase seperti membuat lubang tikus. Ketika hujan deras, Samarinda jadi kolam renang dan seperti kubangan kerbau,” cecarnya.
Selain pemkot Samarinda ia juga mengkritis agar anggota DPRD juga harus ikut andil dalam hal ini. “Saat bencana banjir, harusnya pejabat-pejabat itu turun termasuk wakil rakyat, kemana mereka saat warganya menjadi korban banjir. Perlu juga anggota dewan turun kebawah melihat sendiri apa yang terjadi dengan warganya yang sudah mempercayakan mereka sebagai wakil rakyat,” pungkasnya. (ms315)