Breaking News
Home >> Samarinda >> Beli Dengan PKL, Siap Siap Disanksi

Beli Dengan PKL, Siap Siap Disanksi

SAMARINDA – Pemkot Samarinda sangat serius menertibkan para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang kerap kali tidak jera berjualan di tempat yang dilarang kendati sudah beberapa kali ditertibkan. Wakil Walikota (Wawali) Samarinda Nusyirwan Ismail mengatakan penertiban akan terus dilakukan namun masih persuasif
“Kecuali kalau mereka (PKL) bandel kami berikan tindakan tegas, tak hanya itu, sanksi juga berlaku bagi masyarakat yang suka membeli barang dagangan para PKL,” kata Nusyirwan, Senin (10/10) di ruangannya.
“Masyarakat harusnya juga mendukung upaya pemkot karena PKL itu kalau tidak ditertibkan pasti merusak estetika atau keindahan kota. Kami tidak akan main-main, kalau ada warga yang kedapatan membeli dari PKL akan kami tilang,” tegas Nusyirwan.
Kemarin sejak pukul 11.00-13.00 Wita Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Samarinda, yang dipimpin langsung oleh Kepala Satpol PP, Aji Syarif Hidayatullah kembali lakukan penertiban PKL. Adapun kawasan yang ditertibkan meliputi PKLyang mangkal di kawasan sekolah, seperti yang berada di Jalan Awang Long, Kelurahan Bugis, dan di Jalan Dr Sutomo, Kelurahan Sidodadi, serta di Jalan Urip Sumoharjo, Kelurahan Dadi Mulya, Samarinda Ulu.
Dari hasil penertiban, Satpol PP mendata 23 PKL yang harus ke Kantor Satpol PP untuk mengambil barang yangt disita, seperti tabung gas.
“Kami hanya menyita sedikit saja, apalagi sasaran kami para PKL yang menggunakan kendaraan roda dua atau sepeda, yang kerap sebabkan kemacetan,” terang pria yang akrab disapa Dayat.
“Sebagian besar orang yang berjualan tidak jauh berbeda dengan orang yang pernah kami tertibkan dan mereka bukan warga yang berdomsili Samarinda. Kalau perlu mereka seharusnya dipulangkan ke daerah asalnya,” tambahnya.
Sementara itu Kepala Dinas pariwisata ekonomi kreatif dan Kominfo Muhammad Faisal menambahkan para PKL tersebutnya harusnya bisa ditata.
“Ya memang tidak dipungkiri dalam menertibkan PKL itu kerjaan yang tidak mudah. Selama PKL itu bisa ditata kenapa tidak, cari tempat yang strategis. Namun PKL juga harus tahu diri kalau sudah diberi tempat jangan bandel berjualan di tempat lain,” ujar Faisal. (ms315)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*